Showing posts with label 2011. Show all posts
Showing posts with label 2011. Show all posts

Tuesday, September 20, 2011

ranu kumbolo

sebuah rencana yang sebenarnya sudah sejak dulu ada, tapi belum juga kesampaian : ranu kumbolo. dan akhirnya tanggal 17-18 september 2011 adalah hari eksekusinya. bersama dengan 8 pria, kami berangkat dari surabaya pukul 01.00 dini hari menuju terminal arjosari-malang. kami duduk2 sebentar sambil menunggu waktu shubuh tiba, dan melanjutkan perjalanan menuju Tumpang. dari tumpang sudah ada jeep yang menjemput -walau akhirnya menuju ranu pane naik truk. beruntungnya saya yang jadi satu2nya makhluk cantik dalam rombongan, saya mendapat perlakuan sedikit istimewa tidak perlu berdiri berdesak-desakan di bak terbuka. alhamdulillah :D

perjalanan dari tumpang ke ranu pane, kami disuguhi pemandangan yang sungguhindah, melewati jalan menuju coban pelangi, dan melihat kawasan bromo dan sekitarnya dari sudut yang berbeda. apalagi beberapa jarak menuju ranu pane, pemandangan bukit2 nan hijau yang ditanami sayuran, indah sekali

sesampainya di ranu pane, setelah mengurus perijinan dan mengisi perut, kami mulai berjalan menuju ranu kumbolo pukul 10. diawali dengan sebuah tanjakan yang sangat menguras tenaga, perlahan, selangkah demi selangkah kami menapaki jalan yang terlihat jelas sering dilewati para pendaki. berhubung diantara kami hanya 2 orang yang pernah naik gunung, mungkin jalan kami sedikit lambat. Dari awal perjalanan menuju pos pertama kami lalui dengan terengah-engah. Menuju pos kedua, kok dekat sekali? Tidak sampai 30 menit sudah sampai. Ke pos ketiga, rasanya sangat jauh. Apalagi setelah di area cemoro kandang sebagian pohon cemaranya terbakar, jadi berasa di musim dingin dengan pohon2 yang tertutup salju putih (mulai berimajinasi).  Memasuki wilayah watu rejeng, benar2 bukit yang berasa diiris dan di jejer berurutan. Dari pos ketiga, ada tanjakan putus cinta (ato apalah namanya) yang katanya adalah tanjakan paling berat dalam perjalanan ranu pane-ranu kumbolo. Dan saya membuktikan kebenaran kata2 itu. Hanya naik beberapa langkah nafas sudah tinggal satu-dua. Apalagi musim panas dengan debu yang sangat tebal. Namun setelah air danaunya kelihatan, semangat kami pun bangkit lagi. Oya… dalam perjalanan dari pos 3 ke pos 4, ada burung hitam kecil berparuh kuning yang menghadang perjalanan saya, seolah mengucapkan selamat datang dan memandu saya menuju danau. Subhanallah

Lantas apa yang kami lakukan di ranu kumbolo? Tentu saja setelah mendirikan tenda, memasak mie goreng, lalu kami bersantai menikmati pemandangan, menikmati dinginnya udara, dan main poker.. wahahahaa… sebuah pelajaran bagi saya yang baru pertama kali ini main kartu. Dan tentu saja…. Star-gazing . bintangnya…. Subhanallah banyaknyaaaa…. Tapi sayang berhubung mata rabun saya yang semakin parah, saya tidak menemukan satupun bintang jatuh. Bahkan jauh2 bawa teropong pun sia2. @___@

Untuk konsumsi, kami sangat-bukan-pendaki-sejati. Kalo Cuma bawa mie instan sih masih wajar, tapi kami bawa beras, telur ayam, nugget, tempe, bahkan edamame-kedelai hijau!#pingsan

Total perjalanan adalah :

Surabaya- arjosari  …….2 jam naik bus patas
Arjosari- tumpang…..1 jam naik angkot (ada angkot langsung jurusan arjosari ke tumpang, tapi waktu berangkat kami mencarter angkot lain)
Tumpang-ranu pane……. 2 jam naik truk
Ranu pane-ranu kumbolo ……. 5 jam jalan kaki, sedangkan pulangnya lebih cepat 1 jam karena jalannya tidak banyak menanjak.

sewaktu pulang, kami menjumpai segerombolan monyet ada yang berrambut hitam, da nada juga yang coklat. Jangan2 monyetnya bule kali ya…

Terima kasih buat Gusti Alloh yang telah memberikan kesempatan ini, telah menganugerahi kaki yang hebat dan badan yang sehat, dan teman2 perjalanan, di tunggu next trip nya. Muncak? Amiin :D

Tuesday, June 7, 2011

dari sabang sampai medan




Trip tanggal 2 - 5 Juni 2011.

sayang karena keterbatasan kamera (red : males jepret2), poto yang berhasil diabadikan cuma ini.

Wednesday, May 25, 2011

Malang - Batu (poto)




tidak perlu mahal2 untuk sekedar buah tangan jalan2. cukup bawa kamera daaaaannn.... jepret jepret deh ^^

Tuesday, May 24, 2011

Malang - Batu

OK. mungkin sudah pada bosan  dengan postingan saya tentang MALANG dan BATU. walaupun belum banyak daerah di dua kota itu yang saya jajah.

tapi ini menyangkut perjalanan ala backpacker -tapi manja- ini.

perjalanan dimulai dari stasiun Gubeng, bersama dengan satu teman kos dan satu lagi teman yang menunggu disana. mencoba untuk memanfaatkan kendaraan umum yang murah meriah : kereta ekonomi Penataran Surabaya-Malang, cukup dengan Rp 4.000 saja. tapi sayang, sepertinya kami salah perhitungan. berhubung di malang sedang diadakan festival Malang tempo dulu, dan orang2 lebih memilih naik kereta yang murah (seperti kami) alhasil dari surabaya hingga hampir malang, kami berdiri berdesak-desakan dengan penumpang dan pedagang asongan yang hilir mudik. ah...sesekali merasakan sensasi kereta ekonomi :P

perjalanan kurang lebih 3 jam, dilanjut naek angkot menuju MTD. langsung mampir ke warung makan-yang lumayan mahal untuk ukuran kami. puer2 MTD, yahh.. tidak begitu banyak perubahan kalo dibanding MTD tahun lalu dan tahun lalunya lagi. cuman pertunjukannya menurut saya masih bagus tahun kemaren yang drama ande-ande lumutnya anak sekolah itu. lucu~
yang perlu disayangkan, sepanjang jalan tidak dijumpai yang namanya KOTAK SAMPAH. mungkin ini bisa jadi masukkan bagi panitia, karena kebanyakan stan yang ada adalah stan makanan. sayang kan acara yang keren malah dirusak dengan sampah yang bertebaran di jalan. dan lagi masih banyak kendaraan yang bersliweran, padahal di tiap ujung jalan  sudah ada penjaga yang melarang kendaraan masuk kecuali penghuni di jalan itu. buktinya?

setelah puas men-capek-kan kaki (dan seperempat jalan menuju ujung jalan akhirnya naek andong!wkwkwkk..), kami menyantap makan siang di Iga Bakar Pak Giri (atau mas Giri?). maklum...ada yang ngidam pengen makan nasi goreng iga disitu *lirik teman saya*

lanjut ke batu, naek ADL ke Landung sari diteruskan dengan angkot ungu ke terminal batu. booking hotel di Hotel Surya Indah, sebelahnya Batu Night Spestacular yang mahal!untuk harga Rp 420.000, Super Deluxe(karena yang paling murah ya tinggal yang ini), dengan ukuran kamar yang mini, tivi yang mini pulak dan kamar mandi yang standar, harusnya dipatok Rp.200.000 pun masih terhitung mahal :-S
sayang kami malas bertanya bagaimana cara menuju ke hotel, jadi dari angkot ungu tadi kami minta antar ke hotel. sedikit lebih mahal lah...

malamnya tentu saja main ke BNS. masuk ke sinema 4d dengan goncangan kursinya, lampion garden yang so romantic, mouse coaster yang bikin suara serak karena puas jejeritan dan sepeda gila dengan putaran 360 derajat-vertikalnya. diselingi pula dengan atraksi air mancur menari dan layar LCD terpanjangnya.

tepar? tentu saja...merasa sedikit mual karena nyobain sepeda gila.mana petugasnya keknya seneng banget dengan jeritan kami. -__-

minggu pagi menuju ke gunung banyak. tempat paralayang. how to get there? dari depan hotel naek angkot kuning ke terminal. dari terminal naek bus Puspa Indah, bilang aja ke kondekturnya mo turun di paralayang. ntar diturunkan di masjid (lupa namanya), tinggal naek ojeg deh dari situ. kalo mo jalan sih bisa, paling cuman sekilo dua kilo, atau tiga kilo yak? :P  kalo ojeg sekitar Rp. 5000 - Rp 7000

sesampai disana sekitar pukul setengah sepuluh, nungguin mpe setengah dua belasan, kok lum ada yang terbang? tanya ke petugasnya (untung saya masih nyimpen nomornya masnya :P) katanya sang angin sedang tidak bersahabat. dari malam anginnya gedhe, jadi tidak bijak kalo mo terbang. akhirnya kami putuskan untuk turun saja, mo ke Batu Secret Zoo. bagi anda yang tidak membawa kendaraan pribadi seperti kami, jangan khawatir mengenai bagaimana turun dari gunungnya. tinggal tanya ke tukang parkir dan mereka dengan senang hati mengantar kita sampai jalan raya. dengan tips tentunya (OJEG :P)

lanjuuutt.. ke Jatim Park 1. saya pikir bisa masuk ke BSZ lewat situ. memang bisa! tapi harus melewati Jatim Park 1 dulu dengan tiket terusan. untuk wiken Rp. 80.000. tanya di informasi, katanya sayang juga kalo mo lanjut ke BSZ dari JT 1, karena masalah waktu yang tidak cukup. akhirnya diputuskan ke alun2 kota malang saja. menikmati es krim oen dan bertemu dengan teman yang lain

ada peristiwa lucu dimana ketika kami di terminal landung sari menuju ke alun2, kami bertemu dengan bus yang mengantar kami dari gunung banyak ke JT1. dan.... pak kondektur mengenali kami! malah disapa, dan di ledekin nunjuk2 arah batu seakan berkata : "mo naik ke gunung banyak lagi mba?" :P

Tuesday, February 22, 2011

Visit Sumatera Barat 2011




Berawal dari ajakan seorang teman yang asli Solok, yang ingin pulang kampung di bulan februari ini. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung bilang ikut. Kapan lagi bisa ke sumatera barat, tanpa mikir dimana harus menginap?bagaimana menuju tempat wisatanya?dan yang pasti, akomodasi dan makan ditanggung gratis? Kecuali tiket PP Surabaya-padang tentunya.

Sempat ketar ketir juga waktu mengajukan cuti, soalnya di akhir bulan januari sudah mengambil cuti sebanyak 3 hari untuk trip ke papuma dan ijen. Tapi ternyata Tuhan mengabulkan doa saya, thanks to mr kakap dan mr kasubbag.

Tanggal 11 februari pun tiba, mengambil cuti 5 hari dan pulang lagi ke Surabaya tanggal 20.lumayan 10 hari di negeri orang. Kesan pertama setelah menginjakkan kaki disini adalah : atap rumahnya keren! Dengan desain tanduk kerbau, runcing di ujungnya. Dan bukit barisannya juga bagus banget. Jalan dari padang ke solok kan melewati bukit barisan. Saya cuman heran, kalo bukitnya dijadiin semen padang, ntar lama2 barisannya ilang satu persatu dong. Lalu angkotnya keren2 dengan music memekakkan telinga dan gambar2 di sekujur tubuhnya. Kata teman saya, orang padang itu pemilih, kalau bukan angkot yang keren dengan music yang keren juga, mereka tidak mau naik. Satu lagi, ketika kami numpang sholat di masjid di padang, toilet buat buang air kecil, pembatasnya hanya dinding/papan setinggi satu meter, dengan satu bak air yang memanjang di tembok dan toiletnya menghadap ke dinding. Bahkan kata teman saya, di toilet di masjid dekat rumahnya tidak ada pintunya.can you imagine that? *merinding

Istirahat di sisa hari jumat, sabtu dan minggu, Hari senin direncanakan mulai jalan2nya. Menuju kota batu sangkar dan bukittinggi, melewati danau singkarak. Objek pertama adalah istana pagaruyung. Istana ini pernah terbakar 3 atau 4 kali dan dipindah dari lokasi di puncak bukit ke tempat sekarang. Tapi sayang saya datang disaat yang tidak tepat. Istana yang biasanya bisa dimasuki oleh pengunjung, tapi saat saya datang istana tersebut sedang dalam tahap renovasi. Pagar seng didirikan mengelilingi istana, jadi kami cuma poto2 di depan istana saja.

Objek kedua adalah batu angkek2. batu yang terletak di desa balai tabuh, sungayang, tanah datar ini ada kisahnya. Diawali dari mimpi datuk bandaro kayo, yang seorang kepala kaum dari suku piliang. ia didatangi oleh Syech Ahmad dan disuruh untuk mendirikan sebuah perkampungan yang sekarang dikenal dengan nama kampung Palangan. Pada saat pembangunan tonggak pertama terjadi suatu peristiwa aneh, yakni terjadinya gempa lokal dan hujan panas selama 14 hari 14 malam. karena terjadi peristiwa itu, diadakanlah musyawarah dan saat musyawarah berlangsung terdengar suara gaib yang berasal dari lubang pemancangan bangunan bahwa di lokasi itu ada terdapat sebuah batu yang dikenal dengan batu pendapatan, batu itu harus dirawat dengan baik. sekarang batu ini dikenal dengan batu angkek-angkek, ramai dikunjungi oleh wisatawan. untuk mengetahui pertanda niat seseorang tercapai atau tidaknya maka dapa lihat terangkat atau tidaknya batu tersebut.(sumber:dari tulisan di depan rumah batu angkek-angkek)

Teman saya mencoba mengangkat batu ini tapi tidak berhasil sedangkan adiknya bisa. Kalau saya sih, terlepas dari kepercayaan apakah itu syirik atau tidak, mencoba untuk mengintip, melihat atau mendahului untuk tahu masa depan itu bukan hal yang menarik. Tantangan dalam hidup akan banyak berkurang apabila saya tahu apa yang akan terjadi. besides, relying on something uncertain thing like that is not cool. :D

Kami singgah di panorama tabek patah untuk menikmati makan siang yang dibawa dari rumah. Benar2 piknik keluarga bukan? Makan di tempat ini sangat nikmat. Sambil menikmati pemandangan dari atas bukit.

Objek ketiga adalah jam gadang, icon dari kota bukittinggi. Jam gadang (gadang artinya adalah besar) ini dibuat pada jaman belanda, pernah di renovasi di jaman jepang hingga akhirnya bentuknya seperti ini. Kata teman saya orang bukittinggi, tidak poto di jam gadang sama artinya tidak datang ke sumatera barat.

Perjalanan berlanjut ke danau maninjau yang harus melewati kelok ampek-ampek (kelok 44) yang tiap keloknya ada nomor urutnya. Pemandangan danau maninjau dilihat dari atas sangatlah indah dan kelok ampek-ampek nya sangat-sangat menantang. Jangan mengaku mahir mengendarai kendaraan kalo belum mencoba tikungan2 disini. Dan mohon siap2 antimo dan asoi (kantong plastik) bagi anda yang suka mual :D

Sesampai di danaunya, ehm…it’s not as beautiful as it seems from the upside. Dan saya tidak tertarik bermain air disini. Bau asin tercium walaupun itu adalah sebuah danau air tawar. Tapi kalau dinas pariwisatanya mau mengembangkan wisata air disini-seperti tour perahu mengelilingi danau, pasti akan lebih menarik lagi (walaupun kemarin kami juga melihat ada satu perahu yang disewakan untuk keliling danau).

Perjalanan pulang kami mampir di Sate Mak Syukur di kota Padang Panjang, sate Padang yang cukup terkenal katanya. Tapi karena mungkin waktu saya makan disini ada sisa daging yang nyangkut di gigi dan membuat gigi saya sakit, saya kurang begitu bisa menikmati. Malah menurut saya, sate yang saya makan dari pasar lebih enak. (sepertinya ada yang salah dengan lidah saya) :P

Hari selasa jalan2 berlanjut kea rah kota padang. Berhenti sejenak di panorama, melihat pemandangan kota solok dan sekitarnya dari atas bukit barisan. Indaaaaaaaaahh… dilanjutkan menuju pantai air manis dimana kapal malin kundang karam dan dia dikutuk ibunya jadi batu. Pantai pasir hitam dengan pulau pisang yang Nampak indah dari atas. Coba kalo kapal malin kundangnya di gali dan tampak bawahnya, pasti lebih Nampak keren. Saya malah lebih tertarik dengan langitnya yang cerah, pohon cemara dan kambing2 yang berkeliaran di sekitar pantai. Bukannya anjing atau kucing, tapi kambing!

Perjalanan dilanjutkan kembali ke pantai Panjang, tapi kami tidak berhenti sama sekali karena pantainya ‘Cuma’ seperti itu. Tidak ada pasir dan yang ada Cuma batu2 dan pedagang kaki lima di sekelilingnya. Kalau udah pernah liat tempat yang lebih keren, tempat laih terlihat biasa saja. Maafkan saya. Namun jalan2 di kota padang, masih Nampak beberapa bangunan sisa bencana gempa di akhir 2009 dulu. Bahkan hotel ambacang masih berantakan.

Hari kamis saya dan teman saya menuju ke danau singkarak yang jarak tempuh cukup 30 menit naik sepeda motor. Beruntung sekali karena cuaca sangat cerah, jadi warna danau, bukit2 diseberang danau dan langit keliatan indah.

sayang saya belum sempat ke ngarai sianok yang eksotis itu. Overall, sumatera barat menyajikan pemandangan yang berbeda dari tempat lain. Bukit-danau-langit-sawah-atap bangunan, semuanya keren. Bahkan saya berani bilang sumatera barat adalah surge bagi para pecinta landscape. :D

Wednesday, February 9, 2011

Tanjung Papuma -Ijen




Kawah Ijen. sebuah mimpi yang menjadi nyata. Terima kasih kepada seorang teman saya yang baik hati mengajak saya untuk mengunjungi salah satu tempat impian saya ini.

26 - 28 Januari 2011, bersama dengan 5 orang yang lain, kami menuju ke tanjung papuma dulu. cuaca yang sedikit tidak mendukung yang walaupun tidak sampai hujan, namun kami kurang mendapat sunset n sunrise di tanjung papuma yang 'wah'. tapi tentu saja pemandangan indah masih tetap terhampar di hadapan kami.

hari selanjutnya perjalanan berpindah ke pekebunan arabica tampat kami menginap sebelum menuju ke kawah ijen. disini juga menyediakan produksi kopi luwak, yang harganya selangit itu. (untuk satu sachet kopi yang hanya cukup untuk satu cangkir, harganya 40idr!) wow! harga yang cukup mahal bagi saya yang bukan penikmat kopi :P

dari penginapan ke desa paling dekat kami harus berjalan kaki sejauh 1 km. tanpa penerangan sama sekali karena kanan kiri adalah perkebunan kopi.*dan itu hanya untuk sepiring nasi. itung2 pemanasan sebelum mendaki :(

pagi hari, dengan dijemput mobil sewaan, kami menuju ke kawah. dari parkiran sampai dengan pinggir kawah kami harus jalan kaki menanjak sejauh 3,2 km. jalannya sih bagus, dengan tanah dan cukup lebar pula. tapi jalan yang bagus tidak menjamin kalo treknya juga bagus! jalan yang naik naik dan naik membuat nafas bisa dihitung. disinilah saya sadar kalo usia saya sudah tidak muda lagi.

sesampai di puncak, saya sedikit kecewa dan hampir saja mutung dan balik kebawah. apa coba? saya berharap bakal dihidangi pemandangan kawah dari atas, tapi kabut tebal dan asap belerang yang minta ampun aromanya, membuat pengelihatan kami tidak lebih dari 2 meter!tapi setelah jalan ke sisi yang lain dan dengan sabar menunggu kabut menghilang, sedikit demi sedikit tabir terkuak. dan.... subhanallah.... indah sekali pemandangan kawah.

bertiga dengan teman, kami turun ke kawah. 1 teman sudah turun duluan karena tidak tahan dengan bau belerang, sedangkan 2 teman yang lain menunggu diatas-yang pada akhirnya mereka turun juga dan meninggalkan kami yang menuju ke kawah.

jarak antara puncak ke kawah sekitar 1 km. tapi jalan menurun itu kami lalui dengan mudah. disana kami melihat pipa2 uap, belerang cair, dan ada juga bule prancis yang sedang syuting. sedangkan perjalanan balik keatas sungguh sungguh lebih melelahkan. hampir di tiap 3-5 langkah kami berhenti. apalagi ketika angin bertiup kearah kami,disertai dengan serangan udara berupa asap belerang, kami harus lebih merapatkan penutup mulut dan bersembunyi dibalik batu.

sungguh pengalaman yang menyenangkan :D

terima kasih Tuhan

Monday, February 7, 2011

lombok (lagi) 2-6 februari 2011


di pinggir jalan, perjalanan dari bangsal ke senggigi, tapi bukan malimbu
*lupa namanya*

ini perjalanan saya ke lombok untuk kali kedua. yang pertama bulan oktober 2010 dengan teman2 yang menyebut diri mereka 'lakers' singkatan dari laskar karimun. sedangkan yang kedua ini bersama dengan teman dari surabaya (kecuali satu yang dari jakarta).


untuk rute hampir sama, dikurangi air terjun sendang gile karena memang waktunya tidak cukup. tapi kami bisa mencapai banyumuleg-sentra industri gerabah yang cukup terkenal di pulau ini. dan di hari terakhir kami mengunjungi narmada, yang katanya merupakan pertemuan 3 sumber mata air, dan menurut mitos yang beredar, meminum air dari sini bisa bikin awet muda.


untuk objek lain kami mengunjungi : senggigi, trio gili trawangan-meno-air, trio gili yang lain nanggu-sudak-kedis, pantai kute,pantai mawun,selong belanak, dan tanjung aan, desa adat suku sasak : kampung sade, sukarare dan ayam taliwang!*nyaamm...


seperti yang sering saya bilang kepada orang lain ketika mereka bertanya : "kesana lagi?"

jawaban saya masih sama, " ini bukan masalah kemana, tapi bersama siapa." untuk objek yang sama, ketika kita datang bersama dengan orang yang berbeda pasti kesan yang di tinggalkan tetap berbeda. :D



*untuk perjalanan ke lombok yang pertama bisa di lihat disini http://sakurastan.multiply.com/photos/album/53/lombok_part_1 dan http://sakurastan.multiply.com/photos/album/55/lombok_part_2

Friday, January 7, 2011

Kaliandra 1-2 januari 2011


acha banyak belajar dari perjalanan ini. mengenal tanaman putri malu, bertemu tupai, meniup bunga dandelion, mendengar suara 'kong..kong...' dan banyak hal lainnya

Terkadang ajakan jalan2 itu datang di saat yang tidak terduga. Seperti halnya awal tahun ini, saya dan satu teman saya berencana untuk main ke malang. Entah nantinya nginep atau tidak, yang penting kami sudah menginjakkan kaki di kota itu. Tapi sepertinya tawaran yang datang dari teman2 lainnya lebih menggiurkan : menginap di kaliandra, sebuah resort,ekowisata, tempat menginap dan ada tempat buat outbond juga. Wow… kalo malang kan bisa datang kapanpun sedangkan kaliandra pasti jarang2.


Total peserta delapan orang, (dan bertambah satu keluarga dengan 2 anak dan pembantu yang menyusul belakangan), dan berbekal mobil dinas kantor salah satu teman, kami meluncur ke TKP. Sempat macet di jalan raya porong dan jalan menuju taman safari. Untuk informasi, kaliandra bisa ditempuh dengan berbagai jalur,salah satunya adalah lewat taman safari, sebelum sampai ke pintu masuk,belok ke kanan (ada papan petunjuknya kok). Sempat sport jantung karena mobil yang kami tumpangi kurang handal di tanjakan, apalagi posisi macet. Bahkan mobil di belakang kami pun jaga jarak yang cukup jauh, mengantisipasi kalo-kalo mobil kami bakal ‘lari ke belakang’. Saya yang duduk di bangku paling belakangpun waswas soalnya bau kanvas rem nya begitu menyengat. Tapi perjuangan selama 4 jam terbayar sudah ketika mobil sampai ke tempat yang dituju.


Kesan pertama ketika menjejakkan kaki di kaliandra ini adalah :KEREN! Suasana pedesaannya dapet banget. Jauh dari deru kendaraan, polusi kendaraan, suara televisi, dan suara keduniawian lainnya. Yang ada ‘hanya’ suara alam : jangkrik, suara binatang lainnya, hembusan angin, percikan air kolam, tawa orang2 yang sedang bermain di area outbond,gamelan. Cocok bagi orang yang ingin menyepi, menenangkan pikiran dan jiwa, atau sekedar ingin mendekat ke alam.


Dari petugasnya diperoleh keterangan kalo ada area terlarang untuk dikunjungi oleh umum. Kami pikir ada hawa2 mistisnya, karena di dalam resort banyak terdapat patung2, stupa dan boneka jerami seperti orang2an sawah. Tapi ternyata area terlarang itu adalah villa Pribadi sang pemilik resort, yang katanya punya darah campuran Indonesia-belanda. Bangunan di area atas lebih keren lagi, seperti istana dengan kolam teratai di bagian depan dan kolam renang Pribadi bagian belakang. Semakin keatas, ada villa yang katanya untuk tamu2 sang pemilik. Taman dan tanaman tertata rapi, hampir di setiap jenis tanaman ada tulisan yang menjelaskan nama tanaman dan keterangan lainnya.


Pagi hari kami bermaksud trekking ke air terjun. Sebenarnya disini disediakan guide yang memandu trekking tersebut, namun tariff yang dipatok lumayan mahal. 50 ribu untuk satu pengunjung. Dan kami terlalu pelit untuk mengeluarkan uang sebanyak itu :P. akhirnya diputuskan jalan tanpa pendamping sama sekali. Keluar dari penginapan kearah kiri, terlihat jalur air terjun di tengah2 gunung. WAKS! Jauh sekaliiii… apa lagi ketika kami bertanya kepada orang local, keterangan yang diberikan beda2. Ada yang bilang 5-6 jam, ada yang bilang 10 km. ada juga yang bilang ada sebuah air terjun yang lebih dekat, sekitar 30 menit menuju kesana, tapi ‘ancer2’ yang diberikan kurang jelas, sehingga tanpa diduga kami mengikuti kea rah air terjun yang jauh. Perjalanan diikuti 9 orang dan satu anak perempuan sekitar usia 6 tahun, menembus perkebunan dan jalan setapak yang terus menanjak. Saya salut dengan Acha, anak perempuan tadi, karena tetap menjaga janjinya untuk tidak minta digendong kalo mo ikut jalan2. Sedangkan kami yang sudah tua saja udah pegel dimana2 *berasa sangat tua*


Beberapa kali kami mendengar suara gemuruh air terjun, yang kadang hilang dan kadang terdengar. Sempat juga mo balik ke penginapan karena tanda2 keberadaannya tidak kunjung kelihatan, ditambah sempat gerimis di tengah hutan. Semakin jauh kami melangkah dan ketemu juga, sampai akhirnya salah satu teman kami tersadar bahwa suara air terjun itu bersumber dari air terjun yang masih tetap kelihatan di tengah gunung dari jarak kami memandang. Masih cukup jauh untuk mencapai ke lokasi. Seperti halnya ketika kita menatap gunung didepan kita, terlihat dekat tapi sebenarnya sangat jauh. Kami pun memutuskan pulang setelah 1,5 jam lebih berjalan tanpa tentu arah itu. Sedikit kecewa juga, namun apa daya karena keterbatasan waktu, tenaga dan tanpa bekal sama sekali –bahkan air minumpun cum a segelas untuk Acha. Bahkan trekking pun kami masih pakai piyama…hahaha…


Total trekking sekitar 3 jam, dan sesampai di penginapan tepat waktu adzan dhuhur, setelah bersih2 badan dan makan siang, dua teman kami memilih pijat tradisional, sementara saya dan teman saya memilih mengikuti ‘kelas membatik’. Pelajaran yang didapat adalah kreatifitas, kesabaran dan ketekunan. Membatik itu susah, teman! Saya jadi bisa lebih menghargai karya seni :P

Monday, January 3, 2011

kaliandra, pasuruan

bagi anda yang bosan dengan hiruk pikuk kota besar, atau rindu dengan kampung halaman yang jauh di mata, tidak ada salahnya anda mencoba untuk datang ke kaliandra, pasuruan. sebuah pusat pendidikan budaya jawa dan lingkungan serta rekreasi merupakan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan. Mendukung biodiversity konservasi melalui program pengembangan lingkungan. Kaliandra merupakan tempat yang ideal untuk beristirahat setelah beraktivitas, liburan yang santai, konverensi dan pertemuan. Kaliandra berada di kaki gunung Arjuno.

cottage kami tampak dari depan



nuansa jawa sangat kental, terbukti dari pintu, kursi dan hiasan dinding dari kayu berukir



tampak depan, sebuah toilet umum di kompleks penginapan



di depan cottage, disediakan kursi dan meja untuk santai. tetap dengan kayu dan ukiran



disarankan untuk tidak jalan2 sendirian karena bisa jadi anda menemui sesosok makhluk seperti ini di salah satu bangunan di penginapan
 
*modelnya adalah teman saya sendiri. lokasi di mushola*



jalan di sebelah kanan cottage yang kami tempati


kolam ikan dan gemericik air di depan cottage, yang sangat mendamaikan hati dan pikiran


untuk yang berbugdet tebal bisa mencoba villa yang dibagian atas dari penginapan ini, sangat indah pemandangannya



kalau anda jeli, anda pasti bertemu dengan patung budha dan pohon bodi, eh pohon beringin :D

ini bukan sedang di trowulan, tapi salah satu bangunan di villa atas