Showing posts with label jalanjalan. Show all posts
Showing posts with label jalanjalan. Show all posts

Monday, June 25, 2012

Taman Nasional Baluran




Anda berdomisili di Jawa Timur? Anda bosan dengan tempat2 wisata yang itu2 saja? sekali-kali cobalah untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran ini. Bagi anda yang pernah menuju pulau dewata via jalur darat, apalagi naik bus, pasti akan melewatinya (kalo lewat situbondo loh :D )

perjalanan ini saya tempuh dari Surabaya bersama empat teman saya. kami tidak mempunyai bayangan apapun akan tempat ini, seperti apa, apa yang akan kami lakukan sesampai disana, apa yang kami temui disana dan hal2 seperti itu. kami hanya bermodal gugling karena liat blog teman sebelah yang telah menuju ke tempat ini satu tahun yang lalu.

dan perjalanan pun dimulai.

dari Surabaya menuju pintu gerbang Taman Nasional Baluran bisa naik bus dari Probolinggo, trus ganti bus ke arah banyuwangi yang lewat situbondo, turun di batangan (nama daerah pintu gerbang Baluran). bisa juga naik bus patas Surabaya-Situbondo-Banyuwangi atau naik bus arah Denpasar. berhubung kami malas untuk ganti2 bus, trus bus patas banyuwanginya sudah habis, kami berniat naik yang ekonomi. tapi akhirnya dapat bus yang arah Denpasar. tapi sebaiknya hati2 karena meskipun kru bus yang menarik karcis, kalo anda tidak tahu tarif wajar Surabaya-Banyuwangi, bisa2 anda di tarif sama dengan penumpang menuju Denpasar. kami awalnya ditarif Rp. 122.000 (sama dengan tarif menuju Denpasar) tapi untungnya kami tahu tarif wajarnya (patas Rp.69.000) dan akhirnya kami dapat tarif Rp. 75.000. dan lagi bus baru akan berangkat kalo kursi sudah penuh yang artinya dari pukul 23.00 kami naik bus, baru sekitar pukul 24.00 bus berangkat. :huft

perjalanan selama 6,5 jam itupun belum berakhir. dari pintu gerbang, sesudah sarapan di warung sekitar situ, bayar karcis (untuk wisatawan domestik tarif tiket Rp.2.500/orang) kami harus melanjutkan perjalanan sekitar 12km lagi. Jalan kaki? tentu tidak. untung saya sudah mengantongi nomor telpon nya pak Tri, salah satu petugas bagian visitor di taman nasional. jadi untuk booking tempat menginap dan mobil pun ada. bagi anda yang berminat untuk menginap, disini tersedia 2 tempat menginap. di Bekol, yaitu di kawasan Savana atau di Bama, daerah pantai. kalo di Bekol, ada menara pandang untuk bird-watcing, padang savana dengan latar belakang gunung baluran, disitu bisa kelihatan rusa berkeliaran, di dekat kantor informasi juga ada kandang merak. sayangnya di bekol tidak ada yang jualan makanan, jadi harus pesan dari Bama dulu (delivery order. tapi jangan harap KFC ato McD yang datang yaa :D ). untuk penginapan di Bekol tarif per orang Rp. 35.000. sedangkan kalo di Bama ada pantai, kantin, dan 2 jenis penginapan. yang pertama tarif perorang Rp.75.000 atau yang satunya berbentuk wisma, satu rumah Rp.350.000 (kalo ga salah ingat sih) bisa diisi sampai dengan 10 orang.

dari pintu gerbang menuju Bekol berhubung pak tri ada acara pagi itu, jadina kami dicarikan mobil oleh beliau. tarif sekali antar Rp.125.000 (kalo sama pak tri sih Rp.100.000 mau :D).

sesampai di penginapan di Bekol, tentu saja langsung poto2. padang savana seseksi itu, gunung seindah itu, pohon2 yang jarang2, rumput kering dan tatapan rusa dari kejauhan itu....keren banget. berhubung lapar, kami pun lanjut jalan kaki menuju pantai Bama.3 km! jalan sepanas itu... tapi demi perut apapun kami lakukan. haha...

di tengah jalan kami di hadang monyet2 yang sedang berteduh di bawah bayang-bayang pohon di pinggir jalan. deg-degan juga karena katanya monyet di bama itu nakal2. tapi alhamdulillah kami tidak diganggu.

pantai bama: pantai pasir putih yang tidak begitu panjang garis pantainya. disampingnya adalah hutan mangrove. anda bisa menyewa kano, snorkeling atau diving disini. ada juga tempat outbond (tapi kemaren yang maen malah monyet2 bama. haha). atau anda juga bisa tiduran saja di pinggir pantai seperti kami. semilir anginnya dan suara ombaknya sangat menenangkan hati. sekali lagi jangan lupa untuk pesan makanan disini kalo anda menginap di bekol. sampaikan salam saya kepada pak didik ya :D

rencana untuk safari night untuk lihat banteng malam itu gagal karena kami kecapekan jalan ke bama. yang ada malah ngobrol2 di luar, menikmati bintang yang...subhanallah banyaknya... mencoba mengambil gambar bintang, yang hasilnya malah lebih mirip dengan ketombe.hahahha...

saya bersama dua orang teman jalan menjauh dari penginapan dan penerangan untuk melihat bintang lebih banyak.daaann.... hasilnya saya melihat 2 kali bintang jatuh. @_______@

pagi hari, kalo anda berniat untuk melihat sunrise, silakan jalan ke bama. atau kalo malas seperti kami, tinggal jalan menuju menara pandang, dari situ keliatan matahari yang keluar dari arah pantai bama. oya..disini juga bisa liat sunset, yang tenggelam dari arah gunung. perfect bukan?

bagi pecinta binatang atau yang ingin berburu poto2 binatang, disinilah tempat yang cukup lengkap. tapi bagi saya yang membedakan antara merak dan ayam saja susah, saya tidak begitu tertarik untuk hunting poto2 burung :P. apalagi kamera saya yang ala kadarnya, bukan yang berlensa panjaaaaaaaang itu :D

oya satu lagi... kalo menginap disini jangan lupa bawa baju hangat. kemaren kami sukses kedinginan karena angin yang kencang.

selamat berlibur :)

Monday, June 4, 2012

Paralayang Gunung Banyak - Batu

kalo bercerita tentang kota Batu, pasti langsung inget dengan yang namanya Apel, Kota Bunga, Jatim Park, Batu Secret Zoo, Batu Night Spectacular, Songgoriti, Coban Rondo, Selecta dan masih banyak lagi tempat menarik lainnya. tentu jangan lupa dengan Gunung Banyak, tempat olah raga paralayang.

ini adalah kunjungan ketiga saya ke gunung banyak. yang pertama bersama teman2 naik kendaraan pribadi dan sukses maen paralayang. yang kedua bersama 2 orang teman, yang saat itu berhubung angin sedang rehat (tidak ada angin sama sekali), jadi tidak ada yang terbang. yang terakhir tanggal 2-3 Juni 2012 kemaren bersama satu teman saya. saya sih tidak berminat untuk terbang, karena memang sudah pernah nyobain, dan alasan paling penting adalah mahalnya itu. #episodebokek

kali ini saya mo cerita tentang cara menuju ke gunung banyak kalo dari surabaya.

dimulai dari terminal Bungurasih surabaya, naik bus patas Rp. 20.000. btw tidak semua bus Restu adalah jurusan Surabaya-Malang. buktinya kemaren kami hampir salah naik karena judulnya Restu tapi menuju ke Ponorogo

turun di terminal Arjosari Malang, ato di Taspen, sesaat sebelum sampai di terminal. menuju ke terminal Landungsari, naik angkot ADL Rp.2.500

dari terminal Landungsari, kalo menuju terminal Batu bisa naik bus Puspa Indah, bilang saja ke kondekturnya turun di paralayang. ongkos kira2 Rp. 4.000 - 5.000

turun dari bus, bisa jalan kaki menuju gunung banyak, sekitar 30 menit atau naik ojeg di dekat masjid. tarif kira2 Rp. 5.000-10.000

sesaat sebelum sampai di gunung banyak ada pos retribusi, siapkan duit Rp. 4.000/ orang untuk masuknya.

buat yang kepengen terbang tandem Rp. 300.000. untuk yang ada poto2nya nambah Rp. 50.000 atau yang video nambah Rp. 100.000. durasi sekali terbang, kemaren sih ngitungin waktunya sekitar 5 menit. (duhh... 5 menit yang mahal T____T ). tempat mendaratnya paralayang ada di daerah songgoriti, kalo mo kembali ke gunung banyak bisa naik ojeg dengan tarif Rp. 10.000

disini juga sudah ada toilet dan mushola, jadi jangan khawatir kalo sudah masuk waktu sholat. untuk camilan juga ada, dan kemaren sedang dibangun semacam gazebo untuk tempat makan dan nongkrong.

atau kalo mau silakan naik ke bukit di sebelah gunung banyak, pemandangan yang indah juga tersaji. bahkan katanya ada juga yang ngecamp disitu.

kalo masalah panginapan, jangan khawatir. di daerah songgoriti banyak villa atau hotel berjejeran. kemaren kami menginap di Batu Ind, hotel kecil di sebelah pom bensin yang menuju ke songgoriti dengan tarif Rp. 100.000/ malam. dari situ bisa jalan kaki ke songgoriti sekitar 15 menit atau naik angkot.

poto? sayangnya sesampai di gunung banyak, batere kamera saya habis. #mewek

saya ambilkan dari koleksi lama saja ya... :D






Thursday, May 31, 2012

foto-foto karimun jawa




catatan perjalanan ada di http://sakurastan.multiply.com/journal/item/80/Karimun_Jawa_Sesion_2



beyond this endlessly continuing sky
we begin to sketch out the future we saw

even if the dream happens to be impossible
believe in the small hope
there are days I feel like losing to myself
but there was a warm place for me
the thing I was proud of, it probably pushed my back

under this sky where stars rain upon
I etch out this moment that'll never come again in my heart
I'll deliver this endless dream on
a free bird that can fly to anywhere

.............

(free will - ruppina)

Wednesday, May 30, 2012

Karimun Jawa Sesion 2

Ini adalah Trip kedua saya ke kepulauan ini. Berbeda dengan trip pertama saya bersama dengan Lakers, kali ini saya benar2 ikut trip. bukan merangkai perjalanan sendiri. walaupun bukan pula ikut travel agent. tidak. saya tidak sekaya itu ;p. tapi trip yang diadakan temannya teman saya. dan yang mengurusi masalah kapal, penginapan, dan semuanya adalah temannya teman dari teman saya itu. (udah mata rantai keberapa itu yak)

Total peserta ada 14 orang, dan yang saya kenal hanya 4 orang. selebihnya... kenalan sendiri (walo sampe sekarang juga ga apal2). yasudahlah

kamis malam perjalanan dari surabaya menuju kota jepara, bus malam yang ada hanya 2 armada. Nusantara. jam 20.30 dan 21.30. kalo ketinggalan, tenang. tidak usah panik. tidak usah galau. ikut saja bus yang arah semarang, turun di kudus. tinggal oper ke terminal jepara.

day 1 :
jumat pagi tiba di terminal jepara pukul 05.00. padahal jadwal kapal cepat bahari nya jam 14.00. trus kita ngapain? sarapan, nongkrong2 di taman dekat pelabuhan, nyebrang ke pulau panjang. dengan tiket seharga Rp. 10.000 pp, muterin pulau seuprit dengan pasir putihnya. lumayan pemanasan sebelum sampai ke karimun.
pukul 14.00 akhirnya kapal diberangkatkan. kapal cepat yang promonya hanya 1 jam 45 menit, bisa sampai 2 jam lebih karena ombak yang besar. dari 14 orang, ada 4 ato 5 dapet kursi tambahan. kursi plastik yang dipasang di jalan antara tempat duduk resmi. saya salah satunya penumpang yang beruntung itu. tapi sialnya karena ombak gedhe banget, banyak penumpang yang mabok laut. bahkan bisa dipastikan 50% penumpang! saya? selamat dunk. tinggal pasang mp3 player dan memikirkan hal2 yang menyenangkan daripada mendengarkan suara orang mabok.

sampai di homestay sekitar pukul 16.30. kita tidak kemana2, mengumpulkan nyawa yang berserakan terbawa ombak laut jawa. beruntungnya, sunset cantik menyambut kedatangan kami. tinggal ngesot ke dermaga dan..... #rainbowpuke.
malam hari, saya bersama beberapa teman nongkrong di dermaga, stargazing. subhanallah...sangat indah bintang2 itu, tak henti2nya hati ini berucap...bintang jatuhnya mana niiiiihh... ^__^v
trus ada sekelompok pemuda karimun yang sedang memancing cumi2. dan DAPAT!!! cumi2 itu jadi umpan buat mancing ikan kecil2. poor squidward. tapi kami diberi kesempatan untuk mencoba memancing juga loh. ga jadi kasian :P
sementara itu teman2 yang lain nongkrong2 sekedar minum kopi dan ngobrol2 di alun2 karimun. di sana ada beberapa pedagang kaki lima yang sepertinya tidak ada 3 tahun lalu.

day 2 :
saatnya berpetualang!!!
jangan tanya sunrise, karena posisi kami di pulau dan matahari tertutup oleh bukit2.
jam 8.00 kapal mulai berlayar, dan sebelumnya masing2 dari kami diwajibkan memakai life jacket. bagus juga, seingat saya beberapa kali snorkeling di beberapa tempat, tidak ada life jacket yang sebagus ini.

tujuan pertama, snorkeling pertama. awalnya saya tidak mau nyebur. tapi ketika temen saya bilang keren, tanpa ba bi bu lagi saya pun menceburkan diri.haha

tujuan kedua, eerr... (ingatan mulai error). entah apa nama pulaunya. poto2 poto2 poto2 dan poto2. warna pasir putihnya, warna air birunya, warna langit birunya. kereeeeeeeeeeenn.. subhanallah
kita makan siang di pulau ini. di bakarin ikan ama kru kapal yang kami tumpangi.

tujuan ketiga, snorkeling kedua. yang ini lebih mantaaaaaaapp!!! ikan2 nya banyak. terumbu karangnya lebih cantik juga.

tujuan keempat, tanjung gelam. 3 tahun lalu tanjung gelam ini sepi. tanpa ada rombongan lain. tanpa ada pedagang dan warung dan toilet. tapi sekarang... rameeeeeeeeee...mungkin sekitar 10 warung telah berdiri disini. menggelar dagangan makanan, mie, kopi, dan tentu saja kelapa muda! bagus sih. tapi jadi rame

rencana mo liat sunset ternyata gagal karena dari pihak kapal bilang, air lautnya surut dan ntar kapalnya bisa2 mengenai terumbu karang. dan lagi sunsetnya tertutup awan, jadi sayang juga kalo mo nunggu lama2 disana. namun kekecewaan kami sedikit terobati dengan memandang sunset di atas kapal.

harusnya trip ini kami juga singgah ke pulau gosong. pulau cantik yang hanya gundukan pasir putih doang, tapi karena ombak besar kami tidak bisa kesana. hiks

day 3 :
kabar buruk itu ternyata benar! berhubung cuaca tidak mendukung, angin dan ombak besar, kapal yang harusnya mengantarkan kami kembali ke jepara pukul 14.00 diajukan jadi pukul 09.00.
sedih!
galau!
tidak mau pulaaaaaaaaaangg!!!
belum ke pulau2 yang lain. belum ke penangkaran hiu.
yasudah, apa daya...

dengan muka ditekuk, kami menyampaikan selamat tinggal kepada karimun jawa.
dengan muka sedih, kami melangkah masuk ke kapal cepat bahari.
dengan minum antimo yang kami borong di toko, kami menghadapi ombak laut jawa.


satu2nya trip dimana saya terpaksa makan antimo karena badan merasa tidak fit dan tidak yakin untuk bisa melalui dengan aman perjalanan ini.

dan akhirnya, sukses tanpa jackpot! semua sehat. alhamdulillah


hal yang menarik selama di karimun adalah... hampir semua motor yang diparkir, entah di jalan, di dermaga, di pasar, di depan rumah, tidak di kunci stir! dan sering kali kunci masih menempel di tempatnya. kata orang sana sih, ga bakal ada yang nyuri. toh juga ga bakal bisa keluar karimun tanpa ketahuan. yang jahat adalah kami para pendatang, yang punya pikiran buruk seperti itu. haha!!

Monday, May 14, 2012

socah lighthouse




atau bisa juga disebut mercusuar socah / mercusuar sambilangan. terletak di desa sambilangan, bangkalan, madura. kalo dari pelabuhan kamal, sebelum sampai ke kota bangkalan, di pertigaan depan terminal bangkalan belok kiri. sampai di pertigaan lagi belok ke kiri lagi. ikuti aja jalan itu sampai terlihat mercusuarnya. (percayalah, saya tidak pandai menunjukkan jalan :D )

ini adalah kunjungan ketiga saya ke mercusuar ini. awalnya iseng pengen ke malang naik kereta penataran pagi jam 7.36. sayangnya tiket sudah habis ketika saya sampai di depan loket pukul 06.30. tidak patah semangat, akhirnya berputar halauan ke madura saja naik kapal. ehmm... motoran sih...lumayan pegal juga, panas pulak. tapi seruuuuuuuu....

Thursday, May 10, 2012

bukit teletubbies ala bromo




setelah perjalanan panjang dari penanjakan 1 - kawah bromo - lautan pasir akhirnya kami sampai ke savana ini. sayang sudah agak siang jadi langit biru dan embun paginya sudah hilang.

tapi rasanya malah seperti berada di padang rumput di afrika (sedikit lebay) :D

Sunday, April 29, 2012

Romance Dawn




Poto ini diambil di Penanjakan, point view untuk melihat sunrise di kawasan Bromo.

Saturday, February 11, 2012

Hellofest8




meski sudah lewat hampir 2 minggu, tapi rasanya masih terbayang-bayang kemeriahan event ini. iya... hellofest8, sebuah acara tahunan yang di klaim adalah ajang cosplay terbesar se-Indonesia ini baru saja di gelar tanggal 4 Februari 2012 lalu di Balai Kartini, Jakarta. Meski tidak menggunakan istilah 'Cosplay' tapi 'kostumasa', katanya supaya lebih meng-Indonesia. dan yang dimunculkan bukan hanya cosplay dari tokoh anime, manga, game, dongeng tapi juga tokoh2 Indonesia seperti Gatot Kaca, prajurit jawa dan seterusnya.

hal yang paling mengesankan adalah ketika saya bertemu dengan tokoh2 yang selama ini hanya saya temui di dalam komik, ketika saya melihat orang2 berkostum seperti idola saya. bahkan sempat mengambil fotonya juga. tapi kadang sedikit kecewa dengan bayangan akan tokoh idola yang berbeda ketika dicosplaykan. (berasa lebih gendut, tidak cool dan semacamnya). serasa patah hati... :P

apalagi pas poto bareng dengan trafalgar law dan bepo si beruang, tokoh idola saya dari One Piece, sang kapten dari heart pirate, saya gemetaran saking groginya! bukannya lebay sih...tapi saya sangat antusias waktu itu.norak banget nggak c...hehehhee...

sayang waktunya cuman satu hari, dan juga dibagi 2 tempat, di kartika expo dan nusa indah expo. di kartika expo di gelar pasar pernak pernik, makanan dan panggung untuk kostum individu. juga poerformance dari jkt48 pun disini. sedangkan di nusa indah expo ada theater buat kostumasa. dan bodohnya saya... ketika pengen liat jkt48, saya salah masuk ke theater di nusa indah expo. gara2 ga baca rundown acaranya! *nohope

hopefully, taun depan semoga lebih panjang waktunya, lebih besar tempatnya dan semakin sukses acaranya. salut untuk panitia dan cosplayer :)

Tuesday, September 20, 2011

ranu kumbolo

sebuah rencana yang sebenarnya sudah sejak dulu ada, tapi belum juga kesampaian : ranu kumbolo. dan akhirnya tanggal 17-18 september 2011 adalah hari eksekusinya. bersama dengan 8 pria, kami berangkat dari surabaya pukul 01.00 dini hari menuju terminal arjosari-malang. kami duduk2 sebentar sambil menunggu waktu shubuh tiba, dan melanjutkan perjalanan menuju Tumpang. dari tumpang sudah ada jeep yang menjemput -walau akhirnya menuju ranu pane naik truk. beruntungnya saya yang jadi satu2nya makhluk cantik dalam rombongan, saya mendapat perlakuan sedikit istimewa tidak perlu berdiri berdesak-desakan di bak terbuka. alhamdulillah :D

perjalanan dari tumpang ke ranu pane, kami disuguhi pemandangan yang sungguhindah, melewati jalan menuju coban pelangi, dan melihat kawasan bromo dan sekitarnya dari sudut yang berbeda. apalagi beberapa jarak menuju ranu pane, pemandangan bukit2 nan hijau yang ditanami sayuran, indah sekali

sesampainya di ranu pane, setelah mengurus perijinan dan mengisi perut, kami mulai berjalan menuju ranu kumbolo pukul 10. diawali dengan sebuah tanjakan yang sangat menguras tenaga, perlahan, selangkah demi selangkah kami menapaki jalan yang terlihat jelas sering dilewati para pendaki. berhubung diantara kami hanya 2 orang yang pernah naik gunung, mungkin jalan kami sedikit lambat. Dari awal perjalanan menuju pos pertama kami lalui dengan terengah-engah. Menuju pos kedua, kok dekat sekali? Tidak sampai 30 menit sudah sampai. Ke pos ketiga, rasanya sangat jauh. Apalagi setelah di area cemoro kandang sebagian pohon cemaranya terbakar, jadi berasa di musim dingin dengan pohon2 yang tertutup salju putih (mulai berimajinasi).  Memasuki wilayah watu rejeng, benar2 bukit yang berasa diiris dan di jejer berurutan. Dari pos ketiga, ada tanjakan putus cinta (ato apalah namanya) yang katanya adalah tanjakan paling berat dalam perjalanan ranu pane-ranu kumbolo. Dan saya membuktikan kebenaran kata2 itu. Hanya naik beberapa langkah nafas sudah tinggal satu-dua. Apalagi musim panas dengan debu yang sangat tebal. Namun setelah air danaunya kelihatan, semangat kami pun bangkit lagi. Oya… dalam perjalanan dari pos 3 ke pos 4, ada burung hitam kecil berparuh kuning yang menghadang perjalanan saya, seolah mengucapkan selamat datang dan memandu saya menuju danau. Subhanallah

Lantas apa yang kami lakukan di ranu kumbolo? Tentu saja setelah mendirikan tenda, memasak mie goreng, lalu kami bersantai menikmati pemandangan, menikmati dinginnya udara, dan main poker.. wahahahaa… sebuah pelajaran bagi saya yang baru pertama kali ini main kartu. Dan tentu saja…. Star-gazing . bintangnya…. Subhanallah banyaknyaaaa…. Tapi sayang berhubung mata rabun saya yang semakin parah, saya tidak menemukan satupun bintang jatuh. Bahkan jauh2 bawa teropong pun sia2. @___@

Untuk konsumsi, kami sangat-bukan-pendaki-sejati. Kalo Cuma bawa mie instan sih masih wajar, tapi kami bawa beras, telur ayam, nugget, tempe, bahkan edamame-kedelai hijau!#pingsan

Total perjalanan adalah :

Surabaya- arjosari  …….2 jam naik bus patas
Arjosari- tumpang…..1 jam naik angkot (ada angkot langsung jurusan arjosari ke tumpang, tapi waktu berangkat kami mencarter angkot lain)
Tumpang-ranu pane……. 2 jam naik truk
Ranu pane-ranu kumbolo ……. 5 jam jalan kaki, sedangkan pulangnya lebih cepat 1 jam karena jalannya tidak banyak menanjak.

sewaktu pulang, kami menjumpai segerombolan monyet ada yang berrambut hitam, da nada juga yang coklat. Jangan2 monyetnya bule kali ya…

Terima kasih buat Gusti Alloh yang telah memberikan kesempatan ini, telah menganugerahi kaki yang hebat dan badan yang sehat, dan teman2 perjalanan, di tunggu next trip nya. Muncak? Amiin :D

Tuesday, June 7, 2011

dari sabang sampai medan




Trip tanggal 2 - 5 Juni 2011.

sayang karena keterbatasan kamera (red : males jepret2), poto yang berhasil diabadikan cuma ini.

Wednesday, May 25, 2011

Malang - Batu (poto)




tidak perlu mahal2 untuk sekedar buah tangan jalan2. cukup bawa kamera daaaaannn.... jepret jepret deh ^^

Tuesday, May 24, 2011

Malang - Batu

OK. mungkin sudah pada bosan  dengan postingan saya tentang MALANG dan BATU. walaupun belum banyak daerah di dua kota itu yang saya jajah.

tapi ini menyangkut perjalanan ala backpacker -tapi manja- ini.

perjalanan dimulai dari stasiun Gubeng, bersama dengan satu teman kos dan satu lagi teman yang menunggu disana. mencoba untuk memanfaatkan kendaraan umum yang murah meriah : kereta ekonomi Penataran Surabaya-Malang, cukup dengan Rp 4.000 saja. tapi sayang, sepertinya kami salah perhitungan. berhubung di malang sedang diadakan festival Malang tempo dulu, dan orang2 lebih memilih naik kereta yang murah (seperti kami) alhasil dari surabaya hingga hampir malang, kami berdiri berdesak-desakan dengan penumpang dan pedagang asongan yang hilir mudik. ah...sesekali merasakan sensasi kereta ekonomi :P

perjalanan kurang lebih 3 jam, dilanjut naek angkot menuju MTD. langsung mampir ke warung makan-yang lumayan mahal untuk ukuran kami. puer2 MTD, yahh.. tidak begitu banyak perubahan kalo dibanding MTD tahun lalu dan tahun lalunya lagi. cuman pertunjukannya menurut saya masih bagus tahun kemaren yang drama ande-ande lumutnya anak sekolah itu. lucu~
yang perlu disayangkan, sepanjang jalan tidak dijumpai yang namanya KOTAK SAMPAH. mungkin ini bisa jadi masukkan bagi panitia, karena kebanyakan stan yang ada adalah stan makanan. sayang kan acara yang keren malah dirusak dengan sampah yang bertebaran di jalan. dan lagi masih banyak kendaraan yang bersliweran, padahal di tiap ujung jalan  sudah ada penjaga yang melarang kendaraan masuk kecuali penghuni di jalan itu. buktinya?

setelah puas men-capek-kan kaki (dan seperempat jalan menuju ujung jalan akhirnya naek andong!wkwkwkk..), kami menyantap makan siang di Iga Bakar Pak Giri (atau mas Giri?). maklum...ada yang ngidam pengen makan nasi goreng iga disitu *lirik teman saya*

lanjut ke batu, naek ADL ke Landung sari diteruskan dengan angkot ungu ke terminal batu. booking hotel di Hotel Surya Indah, sebelahnya Batu Night Spestacular yang mahal!untuk harga Rp 420.000, Super Deluxe(karena yang paling murah ya tinggal yang ini), dengan ukuran kamar yang mini, tivi yang mini pulak dan kamar mandi yang standar, harusnya dipatok Rp.200.000 pun masih terhitung mahal :-S
sayang kami malas bertanya bagaimana cara menuju ke hotel, jadi dari angkot ungu tadi kami minta antar ke hotel. sedikit lebih mahal lah...

malamnya tentu saja main ke BNS. masuk ke sinema 4d dengan goncangan kursinya, lampion garden yang so romantic, mouse coaster yang bikin suara serak karena puas jejeritan dan sepeda gila dengan putaran 360 derajat-vertikalnya. diselingi pula dengan atraksi air mancur menari dan layar LCD terpanjangnya.

tepar? tentu saja...merasa sedikit mual karena nyobain sepeda gila.mana petugasnya keknya seneng banget dengan jeritan kami. -__-

minggu pagi menuju ke gunung banyak. tempat paralayang. how to get there? dari depan hotel naek angkot kuning ke terminal. dari terminal naek bus Puspa Indah, bilang aja ke kondekturnya mo turun di paralayang. ntar diturunkan di masjid (lupa namanya), tinggal naek ojeg deh dari situ. kalo mo jalan sih bisa, paling cuman sekilo dua kilo, atau tiga kilo yak? :P  kalo ojeg sekitar Rp. 5000 - Rp 7000

sesampai disana sekitar pukul setengah sepuluh, nungguin mpe setengah dua belasan, kok lum ada yang terbang? tanya ke petugasnya (untung saya masih nyimpen nomornya masnya :P) katanya sang angin sedang tidak bersahabat. dari malam anginnya gedhe, jadi tidak bijak kalo mo terbang. akhirnya kami putuskan untuk turun saja, mo ke Batu Secret Zoo. bagi anda yang tidak membawa kendaraan pribadi seperti kami, jangan khawatir mengenai bagaimana turun dari gunungnya. tinggal tanya ke tukang parkir dan mereka dengan senang hati mengantar kita sampai jalan raya. dengan tips tentunya (OJEG :P)

lanjuuutt.. ke Jatim Park 1. saya pikir bisa masuk ke BSZ lewat situ. memang bisa! tapi harus melewati Jatim Park 1 dulu dengan tiket terusan. untuk wiken Rp. 80.000. tanya di informasi, katanya sayang juga kalo mo lanjut ke BSZ dari JT 1, karena masalah waktu yang tidak cukup. akhirnya diputuskan ke alun2 kota malang saja. menikmati es krim oen dan bertemu dengan teman yang lain

ada peristiwa lucu dimana ketika kami di terminal landung sari menuju ke alun2, kami bertemu dengan bus yang mengantar kami dari gunung banyak ke JT1. dan.... pak kondektur mengenali kami! malah disapa, dan di ledekin nunjuk2 arah batu seakan berkata : "mo naik ke gunung banyak lagi mba?" :P

Tuesday, February 22, 2011

Visit Sumatera Barat 2011




Berawal dari ajakan seorang teman yang asli Solok, yang ingin pulang kampung di bulan februari ini. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung bilang ikut. Kapan lagi bisa ke sumatera barat, tanpa mikir dimana harus menginap?bagaimana menuju tempat wisatanya?dan yang pasti, akomodasi dan makan ditanggung gratis? Kecuali tiket PP Surabaya-padang tentunya.

Sempat ketar ketir juga waktu mengajukan cuti, soalnya di akhir bulan januari sudah mengambil cuti sebanyak 3 hari untuk trip ke papuma dan ijen. Tapi ternyata Tuhan mengabulkan doa saya, thanks to mr kakap dan mr kasubbag.

Tanggal 11 februari pun tiba, mengambil cuti 5 hari dan pulang lagi ke Surabaya tanggal 20.lumayan 10 hari di negeri orang. Kesan pertama setelah menginjakkan kaki disini adalah : atap rumahnya keren! Dengan desain tanduk kerbau, runcing di ujungnya. Dan bukit barisannya juga bagus banget. Jalan dari padang ke solok kan melewati bukit barisan. Saya cuman heran, kalo bukitnya dijadiin semen padang, ntar lama2 barisannya ilang satu persatu dong. Lalu angkotnya keren2 dengan music memekakkan telinga dan gambar2 di sekujur tubuhnya. Kata teman saya, orang padang itu pemilih, kalau bukan angkot yang keren dengan music yang keren juga, mereka tidak mau naik. Satu lagi, ketika kami numpang sholat di masjid di padang, toilet buat buang air kecil, pembatasnya hanya dinding/papan setinggi satu meter, dengan satu bak air yang memanjang di tembok dan toiletnya menghadap ke dinding. Bahkan kata teman saya, di toilet di masjid dekat rumahnya tidak ada pintunya.can you imagine that? *merinding

Istirahat di sisa hari jumat, sabtu dan minggu, Hari senin direncanakan mulai jalan2nya. Menuju kota batu sangkar dan bukittinggi, melewati danau singkarak. Objek pertama adalah istana pagaruyung. Istana ini pernah terbakar 3 atau 4 kali dan dipindah dari lokasi di puncak bukit ke tempat sekarang. Tapi sayang saya datang disaat yang tidak tepat. Istana yang biasanya bisa dimasuki oleh pengunjung, tapi saat saya datang istana tersebut sedang dalam tahap renovasi. Pagar seng didirikan mengelilingi istana, jadi kami cuma poto2 di depan istana saja.

Objek kedua adalah batu angkek2. batu yang terletak di desa balai tabuh, sungayang, tanah datar ini ada kisahnya. Diawali dari mimpi datuk bandaro kayo, yang seorang kepala kaum dari suku piliang. ia didatangi oleh Syech Ahmad dan disuruh untuk mendirikan sebuah perkampungan yang sekarang dikenal dengan nama kampung Palangan. Pada saat pembangunan tonggak pertama terjadi suatu peristiwa aneh, yakni terjadinya gempa lokal dan hujan panas selama 14 hari 14 malam. karena terjadi peristiwa itu, diadakanlah musyawarah dan saat musyawarah berlangsung terdengar suara gaib yang berasal dari lubang pemancangan bangunan bahwa di lokasi itu ada terdapat sebuah batu yang dikenal dengan batu pendapatan, batu itu harus dirawat dengan baik. sekarang batu ini dikenal dengan batu angkek-angkek, ramai dikunjungi oleh wisatawan. untuk mengetahui pertanda niat seseorang tercapai atau tidaknya maka dapa lihat terangkat atau tidaknya batu tersebut.(sumber:dari tulisan di depan rumah batu angkek-angkek)

Teman saya mencoba mengangkat batu ini tapi tidak berhasil sedangkan adiknya bisa. Kalau saya sih, terlepas dari kepercayaan apakah itu syirik atau tidak, mencoba untuk mengintip, melihat atau mendahului untuk tahu masa depan itu bukan hal yang menarik. Tantangan dalam hidup akan banyak berkurang apabila saya tahu apa yang akan terjadi. besides, relying on something uncertain thing like that is not cool. :D

Kami singgah di panorama tabek patah untuk menikmati makan siang yang dibawa dari rumah. Benar2 piknik keluarga bukan? Makan di tempat ini sangat nikmat. Sambil menikmati pemandangan dari atas bukit.

Objek ketiga adalah jam gadang, icon dari kota bukittinggi. Jam gadang (gadang artinya adalah besar) ini dibuat pada jaman belanda, pernah di renovasi di jaman jepang hingga akhirnya bentuknya seperti ini. Kata teman saya orang bukittinggi, tidak poto di jam gadang sama artinya tidak datang ke sumatera barat.

Perjalanan berlanjut ke danau maninjau yang harus melewati kelok ampek-ampek (kelok 44) yang tiap keloknya ada nomor urutnya. Pemandangan danau maninjau dilihat dari atas sangatlah indah dan kelok ampek-ampek nya sangat-sangat menantang. Jangan mengaku mahir mengendarai kendaraan kalo belum mencoba tikungan2 disini. Dan mohon siap2 antimo dan asoi (kantong plastik) bagi anda yang suka mual :D

Sesampai di danaunya, ehm…it’s not as beautiful as it seems from the upside. Dan saya tidak tertarik bermain air disini. Bau asin tercium walaupun itu adalah sebuah danau air tawar. Tapi kalau dinas pariwisatanya mau mengembangkan wisata air disini-seperti tour perahu mengelilingi danau, pasti akan lebih menarik lagi (walaupun kemarin kami juga melihat ada satu perahu yang disewakan untuk keliling danau).

Perjalanan pulang kami mampir di Sate Mak Syukur di kota Padang Panjang, sate Padang yang cukup terkenal katanya. Tapi karena mungkin waktu saya makan disini ada sisa daging yang nyangkut di gigi dan membuat gigi saya sakit, saya kurang begitu bisa menikmati. Malah menurut saya, sate yang saya makan dari pasar lebih enak. (sepertinya ada yang salah dengan lidah saya) :P

Hari selasa jalan2 berlanjut kea rah kota padang. Berhenti sejenak di panorama, melihat pemandangan kota solok dan sekitarnya dari atas bukit barisan. Indaaaaaaaaahh… dilanjutkan menuju pantai air manis dimana kapal malin kundang karam dan dia dikutuk ibunya jadi batu. Pantai pasir hitam dengan pulau pisang yang Nampak indah dari atas. Coba kalo kapal malin kundangnya di gali dan tampak bawahnya, pasti lebih Nampak keren. Saya malah lebih tertarik dengan langitnya yang cerah, pohon cemara dan kambing2 yang berkeliaran di sekitar pantai. Bukannya anjing atau kucing, tapi kambing!

Perjalanan dilanjutkan kembali ke pantai Panjang, tapi kami tidak berhenti sama sekali karena pantainya ‘Cuma’ seperti itu. Tidak ada pasir dan yang ada Cuma batu2 dan pedagang kaki lima di sekelilingnya. Kalau udah pernah liat tempat yang lebih keren, tempat laih terlihat biasa saja. Maafkan saya. Namun jalan2 di kota padang, masih Nampak beberapa bangunan sisa bencana gempa di akhir 2009 dulu. Bahkan hotel ambacang masih berantakan.

Hari kamis saya dan teman saya menuju ke danau singkarak yang jarak tempuh cukup 30 menit naik sepeda motor. Beruntung sekali karena cuaca sangat cerah, jadi warna danau, bukit2 diseberang danau dan langit keliatan indah.

sayang saya belum sempat ke ngarai sianok yang eksotis itu. Overall, sumatera barat menyajikan pemandangan yang berbeda dari tempat lain. Bukit-danau-langit-sawah-atap bangunan, semuanya keren. Bahkan saya berani bilang sumatera barat adalah surge bagi para pecinta landscape. :D

Monday, January 3, 2011

kaliandra, pasuruan

bagi anda yang bosan dengan hiruk pikuk kota besar, atau rindu dengan kampung halaman yang jauh di mata, tidak ada salahnya anda mencoba untuk datang ke kaliandra, pasuruan. sebuah pusat pendidikan budaya jawa dan lingkungan serta rekreasi merupakan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan. Mendukung biodiversity konservasi melalui program pengembangan lingkungan. Kaliandra merupakan tempat yang ideal untuk beristirahat setelah beraktivitas, liburan yang santai, konverensi dan pertemuan. Kaliandra berada di kaki gunung Arjuno.

cottage kami tampak dari depan



nuansa jawa sangat kental, terbukti dari pintu, kursi dan hiasan dinding dari kayu berukir



tampak depan, sebuah toilet umum di kompleks penginapan



di depan cottage, disediakan kursi dan meja untuk santai. tetap dengan kayu dan ukiran



disarankan untuk tidak jalan2 sendirian karena bisa jadi anda menemui sesosok makhluk seperti ini di salah satu bangunan di penginapan
 
*modelnya adalah teman saya sendiri. lokasi di mushola*



jalan di sebelah kanan cottage yang kami tempati


kolam ikan dan gemericik air di depan cottage, yang sangat mendamaikan hati dan pikiran


untuk yang berbugdet tebal bisa mencoba villa yang dibagian atas dari penginapan ini, sangat indah pemandangannya



kalau anda jeli, anda pasti bertemu dengan patung budha dan pohon bodi, eh pohon beringin :D

ini bukan sedang di trowulan, tapi salah satu bangunan di villa atas




Thursday, December 9, 2010

ternyata salju itu dingin, ya




Saya bukan sedang bermimpi, atau bukan juga telah mengunjungi suatu daerah yang punya empat musim. Apalagi dari kutub utara. Walau saya bermimpi ingin sekali bisa menginjakkan kaki di negeri Matahari Terbit, menikmati hanami matsuri (festival bunga sakura) saat bunga sakura bermekaran dan mahkotanya berterbangan tertiup angin seperti yang di komik2 itu. Atau membangun boneka salju, bermain lemparan salju atau bikin es serut dari salju yang tinggal nuang sirupnya aja. Lha kok jadi ngelantur ya… =D~


Dunia salju telah menginjakkan kakinya di Surabaya! Ini bukan sebuah tanda2 kiamat, karena Surabaya yang super duper hot itu berubah menjadi sedingin di kutub utara (mungkin). Tapi ternyata, dinginnya salju hanya merambah di sedikit bagian di Surabaya, tepatnya di Giant Rajawali. Mungkin sejak awal agustus tahun 2010 (saya kurang tahu tepatnya) dunia salju resmi dibuka. Antusias warga Surabaya dan sekitarnya untuk menikmati sensasi dinginnya salju cukup tinggi. Ditambah lagi pemberitaan di media cetak dan reklame2 di jalan menambah orang menjadi semakin penasaran.


Wahana yang ditampilan cukup menarik, walau dengan ruang yang menurut saya kurang lapang. dengan suhu ruangan minus 15 derajat celcius, didalam dunia salju terdapat patung2 unik dari balok2 es batu menjadi pembuka. Mulai dari patung penguin, ular, ikan, dan banyak lainnya. Di sisi yang lain berdiri kokoh boneka salju dan pondok kayunya. Sedang disampingnya ada papan luncur 2 buah, besar dan kecil. sedang diujung papan luncur terdapat ranting2 pohon yang sudah berselimut salju beku.


ngomong2 dari tadi tentang salju, sebenarnya saya membayangkan butiran2 es halus yang jatuh dari langit (atap mungkin). tapi ternyata bukan! di dalam wahana 'hanya' terdapar timbunan es, balok2 es dan ranting2 ber'es. jadi saljunya manaaaaaa???


penasaran? sayang sekali sejak bulan oktober kemarin dunia salju sudah tutup. untung saya sudah mencobanya ya... =P

Sunday, November 28, 2010

diklat di malang = jalan-jalan




Tanggal 7-18 Juni 2010 kemarin saya mengikuti Diklat Pemeliharaan Belanja Pegawai di Malang. Selama 2 minggu kami para peserta diklat di asramakan dibalai diklat malang. Pesertanya tidak hanya dari kalangan kementerian keuangan saja, namun juga dari kementerian lain, seperti kantor keimigrasian, dari Kementerian Kehutanan : balai besar taman nasional Bromo Tengger Semeru, dan juga dari Pemerintah Daerah. Kalau masalah kegiatan selama di asrama dan selama diklat sih mungkin seperti diklat-diklat yang lain, masuk kelas sampai sore, coffee break 3 kali, pagi siang dan malam, dan pastinya setiap makan selalu terjamin dengan makanan yang enak-enak.hehehhe


Hari sabtu dan minggu kami libur.sementara teman-teman diklat yang lain pulang kerumah masing-masing (tidak dipungkiri kenyataan kebanyakan peserta diklat adalah,selain memang diperlukan kantor untuk mengikuti diklat ini, mungkin sebagai kesempatan bagi yang bekerja di luar kota namun bertempat tinggal di malang untuk bisa pulang ke rumah masing-masing dengan lebih dekat). Saya dan teman saya yang kebetulan satu kos dengan saya dan sama-sama bekerja di Surabaya, sama sekali tidak bermaksud untuk balik ke Surabaya. Ini kesempatan langka bagi kami untuk menghabiskan wiken di kota ini.


Diputuskanlah bahwa kami akan menghabiskan wiken di kota Batu. Sabtu pagi berangkat dari asrama, naek angkot dari depan asrama ke terminal Landungsari lalu lanjut angkot ke batu. Tujuan pertama kami adalah Jatim Park. Ini kali kedua saya datang ke tempat bermain ini, yang pertama waktu awal-awal saya bekerja di Surabaya, bersama teman-teman kantor lama saya. Untuk wahananya tidak banyak berubah,hanya ada beberapa penambahan. Dan juga sedang dibangun Jatim Park2 yang bersebelahan dengan Jatim Park 1 ini,yang katanya nanti sebagai taman satwa.


Semakin siang semakin banyak pengunjung dan kami sudah puas main-mainnya. Rencana untuk menginap di hotel di samping BNS (Batu Night Spectacular) pupus sudah setelah kami tahu tariff paling murah menginap semalam disana adalah Rp.300.000,- harga yang cukup mahal hanay untuk sekedar numpang tidur saja (maaf kami pegawai yang miskin)hahhaa.. setelah bertanya sama bapak ojeg yang mengantarkan kami dari terminal Batu mencari penginapan, akhirnya kami dibawa ke Hotel Baru,posisi yang dekat sekali dengan alun-alun kota batu, dan jelasnya tariff permalam jauh lebih murah. Rp.85.000,- sudah pakai kamar mandi dalam dan televisi pula.sempurna!


Sore hari kami menghabiskan waktu di alun-alun. Sekedar ngobrol sambil menikmati suasana. Semakin sore ternyata semakin ramai karena katanya tiap malam minggu di alun-alun akan berubah menjadi semacam pasar malam. Jarang-jarang kami bisa melihat pertunjukan topeng monyet, eh si bapaknya suka ngobrol dengan monyetnya loh!


Malam hari kami menyewa ojeg lagi di dekat penginapan untuk mengantarkan kami ke BNS. Cukup Rp. 5.000,- kami pun sampai ke tujuan yang sebenarnya tidak begitu jauh dari tempat kami menginap. Ini pertama kali saya datang ke tempat ini. Sungguh mengagumkan ketika kita berada di lampion garden, sebuah taman dengan berbagai lampion berbentuk unik, mulai dari karakter di film animasi seperti peri,kurcaci,angsa, bahkan miniatur menara Eiffel dan balon udara pun ada. Yang jelas tempat paling romantic adalah di kursi panjang dengan lampion berbentuk hati diatasnya. Ah kapan saya bisa duduk disana dengan sang pujaan hati =’)


Lanjut ke sepeda angin yang membawa kami mengitari BNS dari atas.wooooww… indah sekali melihat pemandangan lampu kelap kelip dari ketinggian. Katanya, ini adalah sepeda angin tertinggi di Indonesia loh. Wahana selanjutnya yang saya coba adalah bungee trampoline. Teman saya tidak ikut menyobanya karena dia sudah pusing duluan, sedangkan saya puas teriak-teriak sampai suara saya serak. Jarang-jarang saya benar-benar ketakutan hanya karena sebuah mainan seperti ini. Sekitar pukul 21.00 kami menuju ke food court untuk mengisi perut yang kosong.diiringi pertunjukan tari (sudah lama sekali saya tidak melihat secara langsung pertunjukan tari), tarian air mancur dengan sorot lampu warna warni dengan diiringi music yang mantap, dan yang terakhir adalah pertunjukan layar lebar yang terbentang di atas plafon, tempat kami menyantap makan malam. Keren!


untuk keterangan lebih tentang jatim park, bisa dilihat di http://jawatimurpark.com/new/?home

Tuesday, November 2, 2010

lombok part 2




kalo kemaren lebih banyak poto2 pemandangan, sekarang banyakin poto2 orangnya.

buat yang tidak berkenan, hubungi saya yak :D

Friday, October 29, 2010

Trip Pulau Lombok 21 - 27 Oktober 2010

 

Jalan-jalan mengelilingi pulau Lombok bersama Laskar Karimun minus Ari yang sedang hamil dan dapet ganti Dian dari Banjarmasin. Berikut cerita dari hari ke hari.

 

21 Oktober 2010 : keberangkatan

 

Dari Surabaya pulang kantor nebeng temen mpe bandara juanda (nebeng ato minta dianter sih? ), harusnya udah take off pukul 19.25WIB delay dan baru berangkat 21.20WIB. sampai di Selaparang ketemu 5 makhluk ganteng yang kelaparan. Naek taxi ke homestay Sonya di Senggigi,2 orang makhluk cantik bergabung dan dinner tengah malam (00.00 WITA) di sambelan dekat penginapan. Kopdar dengan teman forum,beliau dari Sumbawa menuju Jakarta dibela2in mampir demi ketemu saya. *blushing* ngobrol dari pukul 02.30 WITA mpe 06.00 WITA di senggigi beach,sambil menikmati fullmoon. It’s so romantic pemirsa. :’)

 

Kesan : homestay sonya, murah meriah dengan cuman Rp. 80.000 dapat kamar,fan, kamar mandi dalam dengan pintu tirai,dan sarapan pancake paling enak

 

 

22 Oktober 2010 : Gili Matra

 

Perjalanan ke bangsal untuk menyeberang ke trio gili : trawangan-meno-air. Sejam didalam angkot menembus hutan Pusuk,melihat dari balik jendela si monyet yang mangkal di pinggir jalan. 30 menit naek public boat menuju trawangan. Menginap di Permata Bungalow, foto2 dan snorkeling di tiga gili. Sayang selama kami snorkeling,gerimis datang. Tapi ikan2 nya tetap cantik dan beruntungnya kami, ketemu dengan penyu guedhe.

 

Kesan : permata bungalow, cukup dengan Rp.150.000 perkamar,fan,kamar mandi dalam tanpa atap jadi agak waswas kalo ada yang ngintip dan air asin untuk mandi jadi agak lengket2 gitu walau sudah mandi. Pulau tanpa ada kendaraan bermotor (kecuali kapal dengan motornya tentu), café di sepanjang jalan dan bule2 telanjang. Bagi yang tidak bisa menahan pandangan disarankan tidak usah datang :P. pantainya jernih, birunya keren, namun kurang bisa menikmati karena terlalu ramai.

 

 

23 Oktober 2010 : nggowes keliling gili trawangan dan menuju air terjun sendang gila dan tiu kelep

 

Pagi hari nyewa 8 sepeda pancal untuk nggowes keliling gili. Kloter pertama ada 4 peserta, 3 orang sampai di finish sedangkan yang 1 balik karena jalannya berpasir dan jauh. Kloter kedua saya dan kakak kelas saya, sampai di tengah jalan kami mencari jalan lain dan akhirnya sampai di tempat awal walau tidak benar2 memutari pulau. Kloter ketiga ada 2 orang dan yang lolos Cuma 1.

Pukul 10.30 menyeberang ke Lombok, ditunggu oleh mobil sewaan untuk lanjut ke sendang gile dan tiu kelep. Perjalanan memakan waktu 1 jam, mampir di rumah makan di depan pintu masuk air terjun untuk makan dan sholat. Sayang sekali waktu kami turun ke air terjun, hujan tiba. Air terjun pertama ‘Cuma’ kayak gitu doing, tidak begitu besar dan jalannya kurang eksotis karena sudah ada anak tangga dari beton. Perjalanan dari pintu masuk ke air terjun pertama skitar 15 menit, sedangkan dari air terjun pertama ke yang kedua kira2 25an menit. Menuju ke air terjun kedua, jalanan lebih cantik karena melewati jembatan diatas jurang, jalan setapak dan menyusuri sungai. Menurut mitos, mandi/cuci muka di air terjun ini membuat kita setahun keliatan lebih muda. *langsung ngaca*

 

Habis dari air terjun kami menuju senggigi lagi, menginap di hotel Ray,dan dinner mahal di yessy café menikmati ayam bakar taliwang.

 

Kesan : di sendang gile dan tiu kelep, pertama datang ‘digiring’ untuk memakai jasa guide yang muahal (untuk rombongan 8 orang dipatok tarif Rp. 72.000 per orang). Akhirnya kami ‘cukup’ memberi Rp.100.000 untuk tiket masuk tanpa diberi fisik tiketnya.

 

 

24 Oktober 2010 : gili nanggu, gili Sudak, gili kedis

 

 Hari keempat kami menuju gilis yang lain. Lebih sepi dan menurut saya lebih eksotis. Alhamdulillah matahari bersinar cerah jadi tidak perlu snorkeling sambil ujan2an. Namun untuk ikannya tidak begitu banyak kalo di banding di gili air. Untuk gili kedis yang imut, dengan batuan yang keren dan katanya banyak bintang laut bertaburan disana. Untuk makan siang kami mampir di warung jawa di pantai yang sambalnya maknyuss banget. Sepulang dari sana kami meluncur ke kute dan menginap di ketapang homestay selama 2 malam.

 

 

25 Oktober 2010 : pantai mawun, mawi, pantai seger, tanjung aan

 

Pagi sekitar pukul 8.00 WITA kami menyewa 4 sepeda motor untuk 8 orang Rp.50.000 per motor. Melewati bukit2  hijau cantik, perjalanan menuju pantai mawun sekitar 3 km, dan yang kami datangi adalah pantai mawun yang sepi (bukan yang satunya yang lebih rame) namun pantai ini adalah salah satu pantai terkeren yang pernah saya lihat. Pantai biru pasir putih lembut dan dibelakangnya adalah perbukitan. Indah sekali. Sarapan ‘nasi lombok’ aka mie instan dibawah gubug dengan aroma daun tembakau yang sedang dijemur dan penduduk lokal yang sangat sederhana.

Pantai kedua adalah pantai mawi. Sebenarnya yang kami tuju adalah pantai mawun yang satunya, tapi karena salah belok dan akhirnya menemukan pantai super keren : Mawi. Perjalanan jauh, pantat pegal terbayarkan sudah dengan menemukan pantai ini. Banyak bule surfing dan pantai disebelahnya banyak orang lokal yang mancing ikan disana. Indah sekali

Agak sore kami mengejar sunset dii tanjung aan. Namun kami mampir sebentar di pantai seger,poto2 di jembatan dan di bukit dulu :D. tanjung aan, lebih ramai dengan penjual souvenir dan kelapa muda. Beruntungnya kami mendapatkan sunset indah di tanjung aan ini. Tapi sayang, belum juga matahari menghilang,kami sudah ‘diusir’ sama penjaga karena ketika gelap datang biasanya ada orang mabuk2an di sekitar lokasi.

Untuk makan siang dan makan malam kami nangkring di warung jawa yang menyediakan sambelan, soto ayam, bakso dan gorengan. Enak dan murah loh.

 

Kesan : pantai mawi dan pantai mawun adalah pantai terkeren yang pernah saya datangi. Namun karena matahari bersinar sangat terik sehingga beberapa teman2 saya menolak untuk eksplore di pantai mawi.

 

 

26 Oktober 2010 : Kampung adat Sade, Sukarare, Mataram Mall, malimbu

 

Kampung adat sade, dihuni 150 KK dengan sekitar 400 warga yang semuanya masih ada hubungan darah. Rumah adat suku sasak ini sangat sederhana namun tetap cantik, dengan atap daun alang-alang yang bertahan hingga 7-8 tahun dan dinding bambu. Untuk lantainya diolesi kotoran kerbau tiap satu bulan dua kali. Menurut keterangan bapak guide, wanita disini yang belum bisa menenun belum boleh menikah. Waw… mandiri juga ya…

Sukarare, melihat dari dekat proses pembuatan kain tenun, yang katanya untuk motif sederhana saja butuh satu bulan sedang untuk yang lebih rumit bisa jadi sampai satu setengah bulan. Benangnya dari kapas, pewarnaan alami dari kulit kayu dan khas motifnya pakai warna emas. Ada motif khas yaitu gambar tokek yang menurut mereka itu adalah lambang kesejahteraan.

Mall mataram. The only mall in this island. Mampir untuk beli oleh2 disamping mall, kami mendapatkan dodol dan manisan rumput laut, dan beberapa souvenir dari mutiara air tawar (ga kuat beli yang air laut :P )

Sore hari dalam perjalanan menuju senggigi lagi, kami mampir di malimbu. Pemandangan dari point view untuk melihat pantai senggigi dari atas. Seandainya saja matahari tidak tertutup awan, pasti kami mendapat sunset yang indah.

 

27 Oktober 2010 : jagung bakar di watu bolong, dan saatnya pulang

 

 pagi hari kami menyempatkan ke pura batu bolong (walau pada akhirnya saya tidak ikut ke pura, namun nongkrong d jagung bakar di atas bukit dengan pemandangan pantai senggigi di bawahnya).

Balik ke surabaya dengan penerbangan pukul 13.00 WITA. Bandara kecil yang indah karena di depan kami terbentang pegunungan rinjani.

 

Kesan : selama di pulau ini, satu2nya hal yang bisa saya lakukan adalah memuji kebesaran Tuhan dan bersyukur karena telah diberikan hidup dan bisa menikmati pemandangan yang sangat Indah. Alhamdulillah…


nb : poto2nya menyusul yak :D

lombok part 1


pantai cantik lainnya. banyak bule surfing disini

catatan perjalanan bisa dilihat di http://sakurastan.multiply.com/journal/item/59/Trip_Pulau_Lombok_21_-_27_Oktober_2010

tenang... masih ada part 2 nya ^^

Tuesday, October 12, 2010

lost in semarang





Sudah sangat lama sejak terakhir saya jalan dengan teman kuliah saya ini,Ryza dan Aris. Walau kami berada di kota yang sama dan tempat tinggal kami sangatlah dekat, namun kami jarang sekali ketemu. Undangan pernikahan dari salah satu teman kuliah kami yang lain membuat kami tidak menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini. Apalagi undangannya adalah di semarang yang nota bene adalah tempat kuliah kami dulu.

Diputuskanlah tanggal 9 oktober 2010 dengan menggunakan Argo anggrek dari pasar turi kami meluncur ke stasiun tawang, semarang. Cukup 4 jam perjalanan dan tanpa keringat sedikitpun karena ac kereta eksekutif ini sangat dingin. Sesampainya di stasiun tawang, kami menyusuri kota lama,melewati kampus kami di GKN I samping kantor pos besar di nol kilometernya semarang, menuju pasar johar. Sebelum mencari penginapan kami makan dulu di warteg langganan kami ketika kuliah (yang dulu di daerah petek pindah ke pasar johar). Sayang mba2 yang jadi penjaga warteg yang kami kenal sedang tidak ada ditempat. Rasanya sangat nostalgic melihat jalan yang setiap hari kami lewati menuju kampus, dan memakan makanan yang tiap hari kami konsumsi.

Dari hasil googling hari sebelumnya, kami mendapat beberapa rekomendasi tempat penginapan murah di sekitar simpang lima. Satu hal yang perlu dicatat ketika mencari penginapan-apalagi yang murah-adalah pastikan untuk booking dulu jauh2 hari. Atau paling tidak telepon untuk memastikan bahwa teleponnya berfungsi atau tempat yang dituju masih berdiri. Penginapan pertama adalah wisma kesehatan yang berada di samping telkom di simpang lima, sedang direnovasi. Dilihat dari bangunannya yang besar, sebenarnya sangat recommended. Penginapan kedua adalah wisma GKPRI yang di jalan ahmad Yani, yang ternyata berganti nama dengan hotel Ahmad Yani,sudah penuh. Satu lagi penginapan di wisma Mugas depan stadion trilomba juang yang ditelepon berpuluh2 kali tidak ada yang mengangkat. Setelah sedikit kehujanan dan putus asa mencari penginapan murah, akhirnya kami menginap di hotel telomoyo di jalan gajahmada,sedikit jauh dari simpanglima. Yang harusnya budget untuk menginap adalah 50-100 ribu membengkak jadi 265 ribu. Jadi pengen nyanyi lagunya Lenka – I want my money back..I want my money back… $_$

Sore hari kami wisata kuliner, pisang plenet di jalan pemuda, tepatnya sebelah Sri ratu pemuda. Nothing special, padahal dulu keliatannya enak sekali. Mungkin karena saya sudah banyak makan makanan yang lebih enak kali ya.hahahha… sedangkan malam hari setelah muter2 simpang lima, kami mendarat di tahu gimbal. Salah satu makanan khas semarang yang tidak bisa saya temukan di surabaya.

Pagi hari,niat mo jalan lagi di simpang lima,namun sepertinya pasar paginya udah tutup atau memang udah tidak ada lagi (?). kamipun meluncur ke lawang sewu. Beruntung kami datang pagi, karena ketika kami selesai touring keliling bangunan bersejarah ini, banyak sekali rombongan yang baru sampai.
Lawang Sewu

Ketika kami menapakkan kaki di depan lawang sewu, kami sempat ragu2 karena sang objek sedang di renovasi. Namun kami dipersilakan masuk dengan ramah oleh bapak2 di pos penjaga. Setelah membayar tiket seharga Rp. 10.000 per orang, kami dipandu oleh seorang pemuda asli semarang. Dari beliau kami mendapat keterangan yang cukup mengenai sejarah lawang sewu ini Lawangsewu dibangun tahun 1908, yang dikerjakan oleh arsitek Belanda Profesor Klinkkaner dan Quendaag. Tahun 1920, gedung ini mulai dipakai sebagai kantor pusat Nederlandsch Indische Spoor-weg Maatschapij (NIS), sebuah maskapai atau perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1864. (info dari http://www.forumkami.com/forum/cafe/11919-pic-sejarah-lawang-sewu.html) baru saya tahu kalo orang jawa menyebut kereta api dengan ‘sepur’ itu berasal dari bahasa belanda Spoor :P

Sampai di ruang bawah tanah, kamipun memutuskan untuk memasukinya. Ternyata tiketnya berbeda dengan tiket yang kami beli ketika pertama masuk, dan pemandunya pun berbeda. Cerita seram mulai muncul,bukan karena sering dipakai untuk uji nyali atau sejenisnya yang katanya banyak hantu muncul, namun lebih ke kekejaman penjajah. Pada jaman Belanda, ruang bawah tanah fungsinya cenderung seperti ac pada jaman sekarang: menetralisir suhu bangunan. Air yang dialirkan ke kotak2 kecil di ruang bawah tanah,kelembabannya terserap oleh pori2 bangunan sehingga bangunan lebih dingin. Sedangkan pada jaman Jepang, kotak2 kecil itu dijadikan sebagai penjara. Satu kotak ukuran sekitar 1 x 1 meter dengan ketinggian sekitar setengah meter,5-6 orang tahanan disuruh jongkok disitu dengan kepala menghadap keatas.sedangkan di atasnya ditutup dengan jeruji besi. Ada juga sel berdiri, dengan ukuran sempit diisi 5-6 orang sedangkan kaki mereka tidak bisa lurus dan penutup di atas kepala mereka ditaruh besi2 yang apabila mereka tidak sadar, kepala mereka akan tertusuk besi itu. Dan lebih kejamnya lagi, apabila dalam satu sel ada yang telah meninggal, mayatnya tidak langsung di singkirkan namun baru dibersihkan ketika dalam satu sel semua tawanan sudah meninggal.

Di ruang lain, ada 2 kolam yang katanya sebagai tempat penjagalan. Kepala tawanan dipotong dari badannya, dan badan tersebut dibuang ke sungai samping lawang sewu (Yang oleh penduduk sekitar diberi nama kali mayit),untuk menghilangkan jejak siapa saja yang telah dibunuh.sangat sadis!
Datang ke tempat bersejarah seperti ini, mendengar cerita tentang perjuangan para pahlawan, melihat dengan mata kepala sendiri ruang demi ruang, membayangkan betapa dahsyatnya pertempuran, membuat saya begitu mensyukuri telah dilahirkan di jaman kemerdekaan,dimana tidak perlu lagi angkat senjata dan berperang. Semoga para pahlawan yang telah gugur amalnya diterima di sisiNya.amiin

Kondangan

Tidak perlu dijelaskan. Yang penting datang-salaman-poto2-makan-pulang.hehehehehee