Showing posts with label probolinggo. Show all posts
Showing posts with label probolinggo. Show all posts

Thursday, May 10, 2012

bukit teletubbies ala bromo




setelah perjalanan panjang dari penanjakan 1 - kawah bromo - lautan pasir akhirnya kami sampai ke savana ini. sayang sudah agak siang jadi langit biru dan embun paginya sudah hilang.

tapi rasanya malah seperti berada di padang rumput di afrika (sedikit lebay) :D

Sunday, April 29, 2012

Romance Dawn




Poto ini diambil di Penanjakan, point view untuk melihat sunrise di kawasan Bromo.

Tuesday, July 13, 2010

bromo - sempu 2010


kalo ini diambil dari penanjakan, tapi agak turun sedikit

tanggal 7 - 9 Juli 2010.


berbeda dengan postingan2 saya sebelumnya http://sakurastan.multiply.com/photos/album/18/bromo_perjalanan_lima_sahabat untuk perjalanan ke bromo tahun 2009 kemaren dan http://sakurastan.multiply.com/journal/item/11/Goes_To_Sempu_Island_-_Segara_Anakan untuk perjalanan ke sempu tahun 2008, yang hanya pamer poto2 cantik secantik tukang jepretnya *blushing*, kali ini saya mencoba untuk menulis catatan perjalanan beserta berapa rupiah yang dikeluarkan untuk mencapai bromo - sempu


SURABAYA-BROMO

perjalanan dimulai dari Terminal Bungurasih, Surabaya (padahal aslinya terminal ini sudah masuk wilayah Sidoarjo loh) pukul 13.30, perkiraan 2 jam sampai tapi ternyata meleset. padatnya lalulintas di Porong yang bila dibanding ama jalannya kura2, masih lebih kenceng 10x jalannya kura *lebay*, hingga kami mendarat di terminal Bayuangga Probolinggo sekitar pukul 16.00. Ongkos Bus Rp. 23.000,00 dengan fasilitas harusnya AC PATAS. namun ternyata bus yang kami tumpangi AC nya mati T__T

dari terminal bayuangga ke Bromo naek Elf yang terkenal tukang ngetem. perjalanan sekitar satu jam ke atas, cukup merogoh kocek Rp. 25.000. kalo ga tahan nunggu elf nya, bisa naek ojeg cukup dengan Rp. 100.000 haha~~

akomodasi? gampang! banyak hotel tersebar disana. Hotel yang murah (pengalaman tahun 2009 kemaren, hotel Yoschi yang masih agak dibawah menawarkan kamar ekonomi Rp. 50.000. tapi ketika kami disini, kami tidak bisa menikmati malam di dekat lautan pasir. untuk Hotel Bromo Permai tahun 2008 saya dapat kamar ekonomi Rp. 99.000. lebih luas, lebih nyaman tapi kamar mandi di luar. Sedangkan Untuk Hotel Cemoro Lawang kemaren mematok harga Rp. 125.000 dengna kamar mandi luar. mungkin karena peak season dan pengunjungnya sangat banyak, kamar yang ditunjukkan sangat2 jauh dibelakang, dan 'mengerikan' (mungkin kalo satu ato dua pengunjung ilang, ga bakal ketahuan). jadi kami menginap di Home Stay Setia Kawan dengan tarif Rp.100.000 yang letaknya tepat di depan hotel Cemoro Lawang.

Untuk Jeep ke Penanjakan - Kawah dipatok harga Rp. 275.000. hati2 dengan calo ya~ mending pesen sendiri ke pos, yang dari penginapan tinggal ngesot saja. kalo mo nambah ke savana/bukit teletubbies katanya nambah Rp. 150.000 dan langsung dikasihkan ke sopirnya.
Pukul 03.30 yang harusnya kami udah naek jeep, ternyata pak supir nya harus nyari bensin dulu. perjalanan ke Penanjakan untuk melihat sunrise kurang dari satu jam.


BROMO - SEMPU

hari Kamis, 8 Juli 2010 turun dari Bromo pukul 12.00 dengan elf yang kemaren ketika kami naek. pukul 13.00 sampai ke bayuangga, sholat - makan - nungguin bus yang ngetem, pukul 14.00 akhirnya bus meluncur ke Malang. perjalanan 2 jam, sampai ke terminal Arjosari cukup dengan Rp. 23.000. lanjut ke Terminal Gadang sekitar satu jam naek angkot AG. sebenarnya angkot apapun bisa asal ada huruf "G" (yang artinya Gadang), namun kata temen saya yang domisili di malang, angkot AG lah yang paling cepat. Cukup Rp.2.500 sekali naek (tapi anehnya waktu pulang dari Gadang ke arjosari kami ditarik Rp. 5.000 per orang)

dari Gadang lanjut ke Pasar Turen naek bus kecil yang ke arah Dampit, ga sampai satu jam perjalanan. cukup Rp. 10.000 untuk tiga orang (dan waktu pulangnya ditarik Rp. 4.000 per orang). ada juga bison (elf) yang ke arah Turen tapi kata orang bisonnya sangat lama.

sesampai di Turen, kami langsung diserbu tukang ojeg. namun kami memutuskan Sholat Magrib dulu di mushola sambil mencari info cara ke Sendang biru. ada angkot sih, tapi kalo malam udah ga ada. kami pun dapat tukang ojeg asli orang Turen dengan tarif Rp. 50.000 kalo malam, sedangkan kalo siang mereka mematok tarif Rp. 35.000- Rp. 40.000. jangan lupa kalo misalnya minta dijemput, untuk meminta nomor telpon pak ojeg nya. soalnya denger info, ojeg dari sendang biru ke turen kalau siang Rp. 50.000 sedangkan kalau malam Rp. 70.000. perjalanan Turen - Sendang biru sekitar 1-1,5 jam. cukup membuat pant*t panas T__T

penginapan pun ada di sendang biru. kami menginap di Wisma Wisata, depan Dinas Kehutanan persis. dengan tarif semalam Rp. 90.000. bisa booking dulu di 081334918830

sekedar info saja, katanya kemaren ada satu orang nyasar 2 hari satu malam, entah karena ketinggalan ato nyari jalan sendiri. Makanya ada kebijakan baru, untuk yang belum pernah ke sempu dan ingin ke segara anakan/pantai kembar/pantai panjang, harus didampingi guide. Untuk ‘perijinan’ kami harus merogoh kocek sebesar Rp. 30.000, guide yang harusnya Rp. 100.000 untuk satu hari (ingat! Satu hari. Bukan satu objek!), jadi nambah Rp. 50.000.  sedangkan kapal pp Rp. 100.000

Sebelum kami nyebrang, hujan turun walau tidak deras dan terlihat pelangi keren banget pokoknya. Waktu trekking hujan semakin deras hingga muncul anak sungai kecil2 dan jalanan yang penuh lumpur. Berasa lagi membajak sawah 

Tempat yang paling sering dikunjungi adalah segara anakan. Padahal masih ada pantai yang lain seperti pantai Kembar 1, pantai Kembar 2, dan pantai panjang. Ada juga telaga lele yang katanya airnya tawar.


ayo... kapan lagi ke surga dunia ini :D



Monday, June 15, 2009

rafting aka arung jeram





Kadang bagi kami, merencanakan jalan2 jauh hari sebelumnya kemungkinan untuk fix kecil. Seperti yang terjadi kemaren. Rencana untuk rafting di kasembon, malang yang dirancang bulan mei kemaren kandas di saat2 terakhir. Alasan pertama, antusias personel yang kurang, hla wong diimel ga ada yang balas je. Yang kedua dan paling utama adalah ketika saya telpon ke pihak Kasembon Rafting nya, ternyata yang adventure trip nya lagi ditutup karena terkena lahar dingin. Yang ada cumin family trip. Yo males…


Akhirnya di beberapa hari sebelum hari H, seorang teman memastikan bahwa dia jadi rafting. Semangat pun timbul kembali setelah beberapa waktu surut. Ngumpulin ga perlu banyak orang, cukup 5 saja dan akhirnya kita berangkat.


Yang bikin perjalanan tambah mengasyikkan adalah, obrolan yang benar2 berat. Mulai dari ngomongin Atlantis yang katanya orang2 dulu itu sakti2, tentang kenapa di Indonesia kendaraan itu berjalan di sebelah kiri, sampai ‘ramalan’ yang mengatakan tahun 2012 akan ada ‘pembersihan’ terhadap umat manusia.duuuuuhhh…pertama kali jalan2 tapi obrolannya berat kayak gini


Sesampai di lokasi (kami memakai jasa Songa Rafting di lokasi Pekalen Atas), mempersiapkan baju pengaman, di angkut dengan sadis kek kambing ke tepi jurang pake pick up, dan jalan sebentar menuju tepi sungainya. Perjalanan yang katanya 12km dan ditempuh kira2 2 jam serasa cuman 5 menit!! Pas lewat di gua lawa (kelelawar) mencium bau kotorannya yang bikin mual, tapi indah banget! Apalagi di kita di lewatkan pas di bawah air terjun itu…serasa di gebugin pake gada nya buto ijo. MANTEP! Waaaaaa…… pengen lagi!!!


Sunday, May 3, 2009

bromo: perjalanan lima sahabat




Bromo lagi? Itulah pertanyaan yang sama yang dilemparkan dari beberapa teman ketika aku bilang mo ke bromo. Tapi apa daya, datang ke tempat se eksotis itu apalagi dengan teman yang sama sekali berbeda dengan ketika datang dulu, membuat kesan yang berbeda. Dari beberapa kontestan akhirnya terkumpul 5 orang sehati senasib sepenanggungan. Apalagi miss D yang baru kenal minggu kemaren dari event bike to work – kartini’s day, sekalinya aku bilang mo ke bromo, beliau langsung pengen gabung. Asiiikkk...

Berangkat dari terminal bus bungurasih pukul setengah 7 sampai ke bayuangga pukul 9 kurang. Berhubung objek yang mo dituju adalah madakaripura waterfall kemudian bromo, maka kita memutuskan menyewa mobil. kendaraan umum ke madakaripura memang tidak ada, dan juga kendaraan umum yang biasa ke bromo sangat lama,bisa2 waktu terbuang percuma. Nyewa L300 dengan rute probolinggo-madakaripura-bromo-probolinggo menghabisskan dana Rp 450.000,- padahal kalo diliat 9 orang pun masih lebih dari cukup. Ada sedikit kejadian yang membuatku merasa terganggu, waktu pesen mobil di agent travel, ada bule prancis yang mo gabung ama kita. Tapi dari orang travelnya bilang sebaiknya jangan karena si bule itu udah dapat ‘nomor’ buat naek bison ke bromo. Ketika aku tanya,” misalnya dia ganti ongkos bisonnya dan tetap gabung ke kita gimana?” kata agent nya, sebaiknya tidak usah.karena ntar takut ada masalah dibelakangnya (antara agent travel dan sopir2 bison nya). Yah...mungkin itu dunia terminal kali yak... yaudah kita tetap berlima aja. Sayang juga karena kita udah nawarin ke dia buat gabung. Maaf ya mister

Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga mobilnya, langsung deh meluncur ke madakaripura. Meskipun tidak terlalu beraris dibanding waktu aku kesana, tapi tetep aja kecantikannya ga berkurang. Oya, hati2 dengan guide dari penduduk sekitar. Padahal udah dari awal kita ga perlu dikawal, tapi kita masih diikuti aja. Foto2 najis pun dimulai.

Setengah 2 lanjut ke bromo, setelah beberapa pertimbangan, kita dapat hotel di yoschi. Agak jauh dari cemoro lawang sih, sekitar 2,5 km ditarik garis lurus :p tapi hotel dengan arsitek ke-bali-annya membuat hotel ini keliatan cantik. Dapat kamar yang ekonomi cukup Rp. 104.000,- termasuk sarapan. Lumayanlah... sore hari setelah bersih2 badan kita ke atas dengan diantar mobil sewaan, niatnya sih mo nyari hartop tapi katanya udah dipesenin ama hotelnya.

Yah....biasanya tarif sekarang 275 ribu dapet ini haru ngrogoh kocek lebih dalem 25 ribu T_T (hayah...)

Sesuai jadwal, pukul 3 pagi kita dibangunin. Padahal mata masih kriyip kriyip nahan kantuk. Setengah 4 kita jalan ke penanjakan.subuhan disana danternyata...sudah berjubel manusia2 bertujuan sama, nonton sunrise live dari puncak penanjakan. Bahkan ada yang mpe manjat2 pagar segala (termasuk aku hehehe). Puas nonton sunrise nya, pukul setangah 7 kita menuju ke kawah bromo. Berlima dari parkiran jalan sekitar 2 km, sambil ngos ngosan juga karena udara tercemari kotoran kuda dan debu. Akhirnya setelah anak tangga ke 248 kita sampai juga di bibir kawah. Untung belerangnya ga begitu banyak jadi bisa agak lama disana. Turun dari tangga, aku dan miss Mey naek kuda sedangkan miss D, om Ryza ama om Tri jalan lagi. Berniat membesarkan betis yak?hihihii

disini aku merasakan mie instan paling enak seumur hidupku

Thanks ya Alloh, telah memberi kesempatan kepada kami untuk melihat langsung keagunganMu

Friday, October 31, 2008

Madakaripura Waterfall

Ini dia salah satu tempat keren yang saya sarankan buat di singgahi, apalagi anda kebetulan di jawa timur

yup, madakaripura, terletak di kota probolinggo, jawa timur. tepatnya 6 km dari gunung bromo katanya sih. tapi keknya jarak itu kalo di tarik garis lurus deh.soalnya jalannya kek ular, naek turun trus banyak belokan. khas daerah perbukitan. di kanna kiri menuju objek itu lembah dan bukit2. hutan jati juga. pokoknya jalan menuju ke sana sangat hebat.
mengunjungi madakaripura awalnya dari semorang teman yang berniat ke sana tapi ga tahu harus naek apa. dengan sedikit tanya sana sini akhirnya beliau sampai juga di mada. dan dengan suksesnya beliau ngomporin saya.

berangkat dari surabaya menuju terminal purbaya pukul 5 pagi. sampai terminal bayuangga, probolinggo pukul 8. sarapan, trus berniat naek bison ke arah bromo, trus turun ke pertigaan sukapura (?) dilanjutkan ngojeg dari situ. tapi kata tukang ojek disitu, daripada naek bison yang katanya ngetem nya lamaaaaaa, mending ngojeg ajah (yaiyalah promosiin usahanya ini... :p ). akhirnya di putuskan naek ojek dari bayuangga ke mada dengan tarif Rp. 30.000,- sekali jalan. dan untungnya beliau sang tukang ojeg berkenan menemani saya sampai ke objeknya

jarak dari pusat kota sampai ke mada kira2 30 km. jarak dari parkiran (pintu gerbang mada) sampai objek kira2 1,3 km.dengan jalan setapak yang sudah di semen (namun banayk yang longsor akibat banjir) dan di sebelah kanan adalah sungai kecil.wuihhhhhh....

ini dia sang objek
ketinggian 200 m.
katanya, gua di air terjun itu dulu di pake om
gajahmada, sang patih majapahit buat bertapa.
dalamnya air katanya 17 m. untung dulu saya ga nyemplung jauh ke tengah :p

trus ada mitos juga kalo air terjun ini bikin awet muda (jangan percaya, ntar syirik lho...)
oya, setelah hampir deket ama objek, ada air terjun kecil2 yang airnya itu langsung menghujani jalan. jadi kita jalan di bawah air terjun. keren banget pokoknya.bener2 masih alami banget

pulang dari mada, mampir ke pantai bentar, arah ke jember. tapi pantainya enggak banget. bukan pasir tapi lumpur.ga jadi masuk deh

pokoknya bener2 siiiip... (>_<)/